>>> Putin dan Xi Tegaskan Hubungan Tak Tergoyahkan Usai Kunjungan Trump
Perusahaan juga berjanji menerapkan kontrol internal dan standar peninjauan yang lebih ketat. Starbucks Korea telah mencopot Sohn Jeong-hyun dari jabatannya sebagai CEO.
Upaya Permintaan Maaf
Chung Yong-jin menyampaikan permintaan maaf publik pada Selasa.
Ia mengatakan promosi itu “sangat melukai semangat mereka yang berkorban untuk Pemberontakan Demokratik 18 Mei, keluarga yang berduka, dan rakyat Korea”.
Ia berjanji meningkatkan kesadaran sejarah dalam pendidikan karyawan dan prosedur peninjauan pemasaran di semua afiliasi. Namun, upaya permintaan maaf secara langsung tidak berjalan mulus.
Kim Soo-wan, wakil presiden senior Shinsegae, pergi ke Gwangju untuk meminta maaf kepada organisasi korban. Namun, kelompok tersebut menolak menemuinya karena kunjungan dilakukan tanpa koordinasi sebelumnya.
Kontroversi ini memicu pertanyaan lebih luas tentang bagaimana kampanye itu lolos dari beberapa tahap peninjauan internal.
Kasus ini juga menjadi isu politik dan korporasi yang lebih besar di Korea.
Starbucks Global menyebut promosi "Tank Day" sebagai "insiden pemasaran yang tidak dapat diterima" dan menyatakan permintaan maaf langsung kepada "masyarakat Gwangju, mereka yang terkena dampak tragedi ini, serta pelanggan dan komunitas kami."
Perusahaan juga mengumumkan akan menerapkan kontrol internal yang lebih ketat, standar peninjauan, dan pelatihan di seluruh perusahaan.
Juru bicara Starbucks Jaci Anderson mengatakan perusahaan tidak memiliki hal lain untuk dibagikan selain langkah-langkah yang telah diumumkan, termasuk penyelidikan menyeluruh atas masalah tersebut.
>>> Ekspansi Cepat Chip China Ancam Booming Memori AI, Peringatan Penasihat Samsung
"Kami mungkin akan membagikan informasi lebih lanjut seiring berjalannya penyelidikan," katanya.