Trump kembali menegaskan tekadnya untuk tidak membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.
“Kami berada di tahap akhir Iran. Kita lihat saja nanti.
Entah ada kesepakatan atau kami akan melakukan hal-hal yang sedikit tidak menyenangkan, tapi semoga itu tidak terjadi,” kata Trump kepada wartawan lebih awal.
Pasukan Garda Revolusi Iran telah memperingatkan terhadap serangan baru.
“Jika agresi terhadap Iran diulangi, perang regional yang dijanjikan akan melampaui kawasan kali ini,” demikian pernyataan Garda Revolusi.
Iran telah menyerahkan tawaran terbarunya kepada AS pekan ini.
>>> FAST RELEASE! Lookism Chapter 608 sub indo Bahasa Indonesia English raw
Gambaran dari Teheran menunjukkan bahwa tawaran itu sebagian besar mengulangi persyaratan yang sebelumnya ditolak Trump, termasuk kendali atas Selat Hormuz, kompensasi atas kerusakan perang, pencabutan sanksi, pembebasan aset beku, dan penarikan pasukan AS.
Selat Hormuz dan Dampak Global
Selat Hormuz, yang sebelum perang membawa seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair global, hampir sepenuhnya tertutup sejak konflik dimulai.
Ini menyebabkan gangguan paling serius terhadap pasokan energi global dalam sejarah.
Pada Rabu, Iran merilis peta yang menunjukkan 'zona maritim terkendali' di selat tersebut dan mengatakan transit memerlukan otorisasi dari otoritas yang dibentuk untuk mengendalikan area itu.
Iran menyatakan bertujuan membuka kembali selat itu untuk negara-negara sahabat yang mematuhi ketentuannya.
Hal itu berpotensi mencakup biaya akses, yang menurut Washington tidak dapat diterima.
Dua kapal tanker super China yang membawa total sekitar 4 juta barel minyak keluar dari selat itu pada Rabu.
Sementara itu, sebuah kapal tanker Korea dengan 2 juta barel minyak mentah yang dimuat di Kuwait juga melintasi selat itu dengan kerja sama Iran.