Pakistan meningkatkan upaya diplomatik pada Kamis untuk mempercepat perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Teheran mengatakan masih meninjau respons terbaru Washington.
>>> Kemnaker Perpanjang Pendaftaran Program TKM Pemula 2026
Presiden AS Donald Trump menyatakan bisa menunggu beberapa hari untuk 'jawaban yang tepat' dari Teheran, namun juga siap melanjutkan serangan terhadap Iran.
Gencatan senjata yang rapuh telah berlangsung enam pekan, namun perundingan untuk mengakhiri perang belum menunjukkan kemajuan berarti.
Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran akan inflasi dan dampaknya terhadap ekonomi global.
Trump menghadapi tekanan domestik menjelang pemilu paruh waktu November, dengan tingkat persetujuannya mendekati titik terendah sejak kembali ke Gedung Putih akibat lonjakan harga bahan bakar.
Mediasi Pakistan
Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Asim Munir, akan memutuskan pada Kamis apakah akan bepergian ke Teheran sebagai bagian dari upaya mediasi.
Hal ini diungkapkan tiga sumber yang mengetahui negosiasi tersebut kepada Reuters.
Mereka meminta anonimitas karena tidak berwenang berbicara kepada media.
Menteri Dalam Negeri Pakistan telah berada di Teheran pada Rabu.
“Kami berbicara dengan semua kelompok di Iran untuk memperlancar komunikasi agar segalanya berjalan lebih cepat,” kata salah satu sumber.
“Kesabaran Trump yang menipis memang mengkhawatirkan, tapi kami bekerja pada kecepatan penyampaian pesan dari masing-masing pihak.”
Sebelumnya, kantor berita ISNA Iran melaporkan bahwa Munir akan bepergian ke Teheran pada Kamis untuk konsultasi.
“Percayalah, jika kami tidak mendapatkan jawaban yang tepat, semuanya akan berlangsung sangat cepat. Kami semua siap untuk bergerak,” kata Trump kepada wartawan di Joint Base Andrews.
Ditanya berapa lama ia akan menunggu, Trump mengatakan, “Ini bisa beberapa hari, tapi bisa juga sangat cepat.”