Rencana perluasan program tersebut diproyeksikan membutuhkan pasokan beras dalam jumlah besar demi menjamin ketersediaan pangan di tingkat akar rumput.
“Disalurkan pada bulan Agustus dan November,” tutur Rizal.
Purnawirawan jenderal TNI bintang tiga itu menambahkan bahwa kondisi geopolitik global saat ini turut memberikan tekanan ekonomi yang nyata pada daya beli masyarakat bawah.
“Karena kan situation ekonomi global juga berpengaruh di masyarakat,” kata dia.
Alokasi bantuan terbaru ini memiliki skema yang berbeda dari program bantuan yang bergulir pada Februari dan Maret lalu, di mana kala itu masyarakat juga menerima paket minyak goreng.
Badan Pangan Nasional mencatat program sebelumnya menyasar 33,2 juta penerima bantuan pangan dengan total realisasi anggaran mencapai Rp 11,92 triliun.
Alokasi bantuan terbaru ini memiliki skema yang berbeda dari program bantuan yang bergulir pada Februari dan Maret lalu, di mana kala itu masyarakat juga menerima paket minyak goreng.
>>> Trump Tolak Sistem Tol di Selat Hormuz, Sebut Jalur Internasional
Badan Pangan Nasional mencatat program sebelumnya menyasar 33,2 juta penerima bantuan pangan dengan total realisasi anggaran mencapai Rp 11,92 triliun.