Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan penolakannya terhadap rencana pemberlakuan sistem tol di Selat Hormuz.
Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Kamis (22/5/2026).
>>> Rubio Peringatkan Kuba Setelah AS Dakwa Mantan Presiden Raul Castro
Trump menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur air internasional. "Kami ingin bebas.
Kami tidak menginginkan tol," ujarnya.
Ia juga mengklaim Amerika Serikat memiliki kendali penuh atas selat tersebut melalui blokade militer terhadap pelabuhan dan kapal Iran.
Trump menyebut blokade itu sebagai "tembok baja".
"Blokade telah 100 persen efektif," kata Trump.
Sebelumnya, Bloomberg melaporkan bahwa Duta Besar Iran untuk Prancis, Mohammad Amin-Nejad, mengatakan Iran sedang berdiskusi dengan Oman untuk membentuk sistem tol permanen.
Tujuannya untuk mengatur lalu lintas di Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan bahwa kesepakatan diplomatik dengan Iran akan "tidak mungkin" jika Teheran menerapkan sistem tol.
>>> Saham AS Melemah Setelah Harga Minyak Naik dan Laporan Laba Nvidia Diekspektasikan
"Itu tidak bisa diterima dan akan membuat kesepakatan diplomatik tidak mungkin," katanya.
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak, gas alam, pupuk, dan komoditas lainnya. Gangguan di selat ini dapat berdampak pada pasokan energi global.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menekan Iran untuk meninggalkan ambisi nuklirnya. Ia memperingatkan akan mengambil tindakan drastis jika Iran tidak mematuhi.
"Kami akan memastikan mereka tidak memiliki senjata nuklir, atau kami harus melakukan sesuatu yang sangat drastis," kata Trump.
Presiden AS itu juga menegaskan akan mengambil stok uranium yang diperkaya Iran. "Kami akan mengambilnya.
Kami tidak membutuhkannya. Kami tidak menginginkannya.
Kami mungkin akan menghancurkannya setelah kami mengambilnya, tetapi kami tidak akan membiarkan mereka memilikinya," ujarnya.
Trump menyebut blokade militer AS terhadap pelabuhan dan kapal Iran sebagai "tembok baja" dan mengklaim blokade tersebut telah 100 persen efektif.
>>> Pemimpin Tertinggi Iran Perintahkan Uranium Diperkaya Tidak Dikirim ke Luar Negeri
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan bahwa penerapan sistem tol oleh Iran akan membuat kesepakatan diplomatik menjadi tidak mungkin.
