Pasar saham Amerika Serikat melemah pada Kamis (22/5/2026) setelah harga minyak kembali naik dan laporan laba Nvidia yang solid tidak mampu mendorong pasar.
Indeks S&P 500 turun 0,3 persen dan berpotensi mencatat penurunan keempat dalam lima hari perdagangan setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.
>>> Pemimpin Tertinggi Iran Perintahkan Uranium Diperkaya Tidak Dikirim ke Luar Negeri
Dow Jones Industrial Average turun 83 poin atau 0,2 persen, sementara Nasdaq komposit turun 0,4 persen pada pukul 01.01 waktu Timur.
Nvidia Tak Mampu Angkat Pasar
Perlambatan saham yang diuntungkan oleh kecerdasan buatan (AI) telah menahan laju pasar AS akhir-akhir ini.
Laporan laba Nvidia yang lebih baik dari perkiraan pun tidak cukup untuk mengembalikan momentum.
Perusahaan chip tersebut melaporkan laba dan pendapatan kuartal terakhir di atas ekspektasi analis, serta memperkirakan pendapatan kuartal saat ini yang juga melampaui estimasi.
“Pembangunan pabrik AI—ekspansi infrastruktur terbesar dalam sejarah manusia—sedang berakselerasi dengan kecepatan luar biasa,” kata CEO Nvidia Jensen Huang.
Namun, kinerja dan pernyataan semacam itu sudah menjadi rutinitas. Saham Nvidia sempat berfluktuasi antara turun dan naik sebelum akhirnya jatuh 1,4 persen.
Beberapa analis mengatakan pelemahan mungkin disebabkan oleh investor yang mengunci keuntungan setelah saham Nvidia melonjak hampir 70 persen dalam setahun terakhir, lebih dari dua kali lipat kenaikan S&P 500 sebesar 27 persen.
Industri AI secara luas juga mendapat kritik karena dianggap terlalu mahal dan terlalu sirkuler, karena Nvidia telah membeli saham di perusahaan yang menggunakan chip buatannya sendiri yang mendorong pendapatan Nvidia.
Tekanan dari Harga Minyak dan Imbal Hasil Obligasi
Tekanan di Wall Street bertambah setelah harga minyak mentah Brent naik 1,7 persen menjadi 106,81 dolar AS per barel, memangkas penurunan mingguannya.