unique visitors counter
⌂ Beranda News Kontroversi Starbucks Korea Picu Kemarahan Global, Desakan Intervensi Markas

Kontroversi Starbucks Korea Picu Kemarahan Global, Desakan Intervensi Markas

Kontroversi Starbucks Korea Picu Kemarahan Global, Desakan Intervensi Markas
Protes terhadap Starbucks Korea terkait kampanye Tank Day
A A Ukuran Teks16px

Kontroversi kampanye "Tank Day" Starbucks Korea yang memicu kemarahan di dalam negeri kini meluas ke mancanegara.

Warganet asing ramai-ramai mengecam dan membandingkannya dengan tragedi nasional di negara mereka masing-masing.

>>> Pusat Ebola Dibakar di Kongo, Ketakutan dan Kemarahan Meningkat

IN2

Banyak pengguna media sosial internasional yang mengunggah penjelasan tentang makna historis 18 Mei di platform seperti Reddit, Instagram, dan X.

Mereka mengkritik Starbucks karena dianggap meremehkan peristiwa kelam dalam sejarah Korea Selatan.

Seorang pengguna Instagram menulis, "Bayangkan markas Starbucks AS meluncurkan promosi pada 11 September dengan slogan 'Hari Pesawat 9/11'."

in2

Komentar lain menyindir dengan skenario "Hari Gas" ala Holocaust.

Kritik juga menyasar markas besar Starbucks di Seattle dan mitra operasionalnya di Korea, Shinsegae Group. Beberapa warganet mendesak pemutusan kemitraan dan meminta pertanggungjawaban.

Kampanye Militer di Hari Kelam

Kontroversi bermula ketika Starbucks Korea meluncurkan promosi bertema militer yang dikaitkan dengan 18 Mei, tanggal peristiwa Pemberontakan Gwangju 1980.

Saat itu, warga sipil tewas dalam tindakan keras militer.

>>> Trump Janji AS Akan Ambil Uranium Iran, Meski Iran Tolak Serahkan

Kritik menilai kampanye tersebut menyepelekan salah satu peristiwa paling menyakitkan dalam sejarah Korea Selatan. Akibatnya, muncul seruan boikot dan kecaman luas di dunia maya.

"Jika Anda orang Korea dewasa dengan pemahaman dasar konteks sejarah modern, ini bukan kebetulan," tulis seorang pengguna Reddit.

Warganet lain menyatakan akan memboikot sebagai bentuk solidaritas.

Kontroversi yang meluas ke luar negeri menunjukkan bahwa kemarahan tidak hanya terbatas di Korea.

Kritik kini juga diarahkan pada manajemen merek global Starbucks dan pengawasan terhadap operasinya di Korea.

Beberapa komentator mempertanyakan tingkat pengawasan yang dilakukan markas besar Starbucks terhadap operasinya di Korea, yang dijalankan berdasarkan kemitraan lisensi dengan Shinsegae Group.

>>> Israel Deportasi Aktivis Gaza, Kemarahan Meningkat Atas Video Ben-Gvir

"Kepada markas Starbucks di Seattle, akhiri kemitraan Anda dengan Shinsegae," tulis seorang pengguna Instagram, sementara yang lain mendesak perusahaan untuk "meminta pertanggungjawaban mereka."

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru