unique visitors counter
⌂ Beranda News Rubio Peringatkan Kuba Setelah AS Dakwa Mantan Presiden Raul Castro

Rubio Peringatkan Kuba Setelah AS Dakwa Mantan Presiden Raul Castro

Rubio Peringatkan Kuba Setelah AS Dakwa Mantan Presiden Raul Castro
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berbicara di depan podium dengan bendera AS
A A Ukuran Teks16px

Miami — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio memperingatkan Kuba pada Kamis bahwa Amerika Serikat sangat fokus untuk mengubah sistem komunis di negara tersebut.

Peringatan ini muncul setelah Kuba dikejutkan oleh dakwaan AS terhadap mantan presidennya, Raul Castro.

>>> Saham AS Melemah Setelah Harga Minyak Naik dan Laporan Laba Nvidia Diekspektasikan

IN2

Rubio, seorang Amerika keturunan Kuba dan penentang keras pemerintah Havana, menggambarkan pulau yang berjarak 90 mil (145 kilometer) dari pantai AS itu sebagai "negara gagal" yang sedang mengalami krisis ekonomi besar.

"Sistem ekonomi mereka tidak berhasil.

Sistem itu rusak, dan Anda tidak bisa memperbaikinya dengan sistem politik yang ada saat ini," kata Rubio kepada wartawan di Miami.

in2

"Yang biasa mereka lakukan selama ini hanyalah mengulur waktu dan menunggu kita habis. Mereka tidak akan bisa mengulur waktu atau menunggu kita.

Kami sangat serius. Kami sangat fokus," tambahnya.

Dakwaan dan Respons Kuba

Dakwaan terhadap Raul Castro — adik dari Fidel Castro, musuh bebuyutan AS yang memimpin revolusi komunis Kuba pada 1959 — berasal dari peristiwa penembakan dua pesawat sipil yang diawaki pilot anti-Castro pada tahun 1996.

Castro didakwa dengan pembunuhan, konspirasi membunuh warga Amerika, dan perusakan pesawat.

Pemerintah Kuba menyebut penembakan tahun 1996 itu sebagai "pembelaan diri yang sah" terhadap pelanggaran wilayah udara.

Otoritas Kuba menyerukan warga untuk memprotes dakwaan yang "hina" tersebut.

Surat kabar resmi Granma mengajak warga Kuba berkumpul di luar kedutaan AS di Havana pada Jumat pukul 07:30 pagi (1230 GMT).

"Ini bukan benar-benar sebuah aksi, sesuatu dari lebih dari 30 tahun yang lalu, melainkan serangan publik terhadap seorang tokoh publik," kata Fabian Fernandez, seorang akuntan berusia 30 tahun, kepada AFP di Havana.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru