unique visitors counter
⌂ Beranda News Rubio Peringatkan Kuba Setelah AS Dakwa Mantan Presiden Raul Castro

Rubio Peringatkan Kuba Setelah AS Dakwa Mantan Presiden Raul Castro

Rubio Peringatkan Kuba Setelah AS Dakwa Mantan Presiden Raul Castro
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berbicara di depan podium dengan bendera AS
A A Ukuran Teks16px

"Ini masalah politik dan citra publik," tambahnya.

Ancaman Militer dan Diplomasi

Militer AS mengumumkan bahwa kapal induk USS Nimitz dan kapal pengawalnya telah memasuki Karibia.

Namun, Presiden Donald Trump, ketika ditanya apakah pengerahan itu dimaksudkan untuk mengintimidasi Kuba, mengatakan, "Tidak, sama sekali tidak."

IN2

Rubio mengatakan bahwa preferensi AS adalah "selalu solusi diplomatik" tetapi memperingatkan bahwa Trump memiliki opsi lain terhadap ancaman yang dirasakan.

"Kuba selalu menjadi ancaman keamanan nasional bagi Amerika Serikat," kata Rubio, merujuk pada kehadiran senjata dan intelijen Rusia dan China di pulau itu.

>>> Pemimpin Tertinggi Iran Perintahkan Uranium Diperkaya Tidak Dikirim ke Luar Negeri

in2

Rubio juga mengatakan Kuba telah menerima secara tentatif tawaran bantuan AS sebesar $100 juta dengan imbalan reformasi.

Namun, ia mengatakan tidak jelas apakah AS akan menerima persyaratan Kuba, karena Washington bersikeras untuk menghindari perusahaan yang didukung militer yang mendominasi perekonomian pulau itu.

Trump pada Januari memanfaatkan dakwaan domestik AS terhadap pemimpin sayap kiri Venezuela Nicolas Maduro untuk mengirim pasukan AS menggulingkannya dan membawanya ke tahanan.

"Idenya adalah untuk mengatakan, kami bisa melakukan kepada Anda apa yang kami lakukan terhadap Nicolas Maduro," kata Christopher Sabatini, rekan senior untuk Amerika Latin di Chatham House.

"Militer pasti akan membela Kuba," jika terjadi intervensi militer AS, kata Sabatini. "Apakah rakyatnya atau tidak, sulit untuk dikatakan."

Krisis Ekonomi di Kuba

Operasi Maduro menyebabkan berakhirnya minyak gratis dari Venezuela ke Kuba, yang mengandalkan sekutunya untuk hampir setengah dari kebutuhannya.

Warga Kuba telah mengalami pemadaman listrik hingga 20 jam sehari dan keran air yang mengering.

Inflasi yang meroket telah menyebabkan harga barang-barang kebutuhan pokok melonjak dan gunungan sampah menumpuk di jalan-jalan Havana.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru