unique visitors counter
⌂ Beranda News Trump Janji AS Akan Ambil Uranium Iran, Meski Iran Tolak Serahkan

Trump Janji AS Akan Ambil Uranium Iran, Meski Iran Tolak Serahkan

Trump Janji AS Akan Ambil Uranium Iran, Meski Iran Tolak Serahkan
Presiden AS Donald Trump berbicara di Gedung Putih
A A Ukuran Teks16px

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pada Kamis (21/5/2026) bahwa negaranya pada akhirnya akan mengambil alih stok uranium yang diperkaya tinggi milik Iran.

Pernyataan ini muncul meskipun Iran sebelumnya menegaskan tidak akan menyerahkan material tersebut.

>>> Israel Deportasi Aktivis Gaza, Kemarahan Meningkat Atas Video Ben-Gvir

IN2

"Kami akan mendapatkannya. Kami tidak membutuhkannya, kami tidak menginginkannya.

Kami mungkin akan menghancurkannya setelah kami mendapatkannya, tapi kami tidak akan membiarkan mereka memilikinya," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Iran diperkirakan memiliki sekitar 900 pon (sekitar 408 kilogram) uranium yang diperkaya tinggi. Trump menyebut uranium itu terkubur akibat serangan udara AS dan Israel hampir setahun lalu.

in2

Pengambilan uranium tersebut merupakan bagian dari tujuan utama Trump dalam perang melawan Iran, yaitu memastikan Teheran tidak diizinkan mengembangkan senjata nuklir.

Sikap Iran Menolak Serahkan Uranium

Pemimpin Tertinggi Iran telah mengeluarkan arahan bahwa uranium dengan tingkat near-weapons-grade milik negara itu tidak boleh dikirim ke luar negeri.

Hal ini diungkapkan oleh dua sumber senior Iran kepada Reuters.

Sikap ini menunjukkan adanya kebuntuan antara AS dan Iran terkait masa depan material nuklir sensitif tersebut. Iran bersikukuh menyimpan uraniumnya di dalam negeri, sementara AS bersikeras akan mengambilnya.

Trump tidak merinci bagaimana AS akan mengambil uranium itu dari Iran. Namun, pernyataannya menegaskan bahwa Washington tidak akan mundur dari upaya melucuti program nuklir Iran.

>>> Pemimpin Tertinggi Iran Perintahkan Uranium Diperkaya Tidak Boleh Dikirim ke Luar Negeri

Konflik nuklir Iran telah menjadi salah satu isu utama dalam kebijakan luar negeri Trump.

Sejak awal masa jabatannya, Trump mengambil sikap keras terhadap Iran, termasuk menarik AS dari kesepakatan nuklir 2015.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru