unique visitors counter
⌂ Beranda News Trump Beri Waktu Beberapa Hari untuk Iran Capai Kesepakatan Damai

Trump Beri Waktu Beberapa Hari untuk Iran Capai Kesepakatan Damai

Trump Beri Waktu Beberapa Hari untuk Iran Capai Kesepakatan Damai
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan di Pangkalan Gabungan Andrews
A A Ukuran Teks16px

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (20/5/2026) menyatakan negaranya siap melanjutkan serangan terhadap Iran jika Teheran tidak menyetujui kesepakatan damai.

Namun, ia mengindikasikan Washington dapat menunggu beberapa hari untuk mendapatkan jawaban yang tepat.

>>> Cara Cek Bansos Mei 2026 Online Lewat HP Menggunakan NIK KTP

IN2

"Percayalah, jika kami tidak mendapatkan jawaban yang tepat, semuanya akan berlangsung sangat cepat. Kami semua siap untuk bergerak," kata Trump di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, seperti dilaporkan Reuters.

Ditanya berapa lama ia akan menunggu, Trump menjawab, "Mungkin beberapa hari, tapi bisa juga sangat cepat."

Situasi di Ambang Batas

Trump menggambarkan situasi saat ini berada "tepat di ambang batas" dan bisa meningkat dengan cepat.

in2

Enam pekan setelah ia menghentikan Operasi Epic Fury untuk gencatan senjata, perundingan untuk mengakhiri perang menunjukkan sedikit kemajuan.

Sementara itu, harga bensin yang melonjak membebani tingkat persetujuan presiden. Trump kembali menegaskan tekadnya untuk tidak mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir.

"Kami berada di tahap akhir Iran. Kita lihat saja nanti.

Entah membuat kesepakatan atau kami akan melakukan hal-hal yang sedikit tidak menyenangkan, tapi semoga itu tidak terjadi," ujar Trump kepada wartawan sebelumnya.

"Idealnya saya ingin melihat sedikit orang tewas, dibandingkan banyak. Kami bisa melakukannya dengan cara apa pun."

Peringatan Keras dari Iran

Iran memperingatkan akan adanya serangan balasan jika Amerika kembali menyerang.

"Jika agresi terhadap Iran diulangi, perang regional yang dijanjikan akan melampaui wilayah ini kali ini," demikian pernyataan Garda Revolusi Iran.

Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, negosiator utama perdamaian Iran, mengatakan dalam pesan audio di media sosial bahwa "gerakan jelas dan tersembunyi musuh" menunjukkan Amerika sedang mempersiapkan serangan baru.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru