Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negaranya mungkin harus menyerang Iran lebih keras lagi, namun bisa juga tidak.
Pernyataan itu disampaikan dalam pidato wisuda di Akademi Penjaga Pantai AS, New London, Connecticut, pada Rabu (20/5/2026).
>>> Trump Akan Berbicara dengan Presiden Taiwan, Uji Hubungan AS-China
Trump mengulangi retorika "salah satu atau" yang ia gunakan sejak mengumumkan gencatan senjata enam pekan lalu. "Kami memukul mereka sangat keras.
Kami mungkin harus memukul mereka lebih keras lagi—atau mungkin tidak," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. "Kami tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.
Sangat sederhana," kata Trump kepada para taruna.
Menurut Trump, kekuatan militer Iran sebagian besar telah hilang. Satu-satunya pertanyaan adalah apakah AS akan kembali untuk menyelesaikan tugas atau Iran akan menandatangani kesepakatan.
>>> Kekhawatiran Ebola Meningkat di Kongo Akibat Penyebaran Cepat Virus Langka
"Semuanya sudah hilang. Angkatan laut mereka hilang.
Angkatan udara mereka hilang. Hampir semuanya.
Satu-satunya pertanyaan adalah, apakah kita pergi dan menyelesaikannya? Apakah mereka akan menandatangani dokumen?
Mari kita lihat apa yang terjadi," ujar Trump.
>>> Calon Dubes AS untuk Korsel Bertekad Perkuat Aliansi Demi Keamanan dan Kemakmuran
Sebelumnya, Trump mengatakan negosiasi dengan Iran berada di tahap akhir. Ia juga memperingatkan akan ada serangan tambahan kecuali Iran menyetujui kesepakatan tentang program nuklirnya.
