Presiden China Xi Jinping kemungkinan besar akan mengunjungi Korea Utara dalam waktu dekat, bahkan bisa dimulai pada pekan depan.
Informasi ini disampaikan oleh sejumlah sumber kepada Yonhap News Agency pada Rabu (21/5).
>>> Lookism Chapter 608: Jadwal Rilis, Spoiler, dan Link Baca Resmi
Seorang pejabat tinggi pemerintah mengungkapkan bahwa intelijen yang diperoleh menunjukkan Xi Jinping akan segera bertolak ke Pyongyang.
Pejabat lain menambahkan bahwa kunjungan tersebut sangat mungkin terjadi pada akhir bulan ini atau awal bulan depan.
Indikasi semakin kuat setelah Menteri Luar Negeri China Wang Yi berkunjung ke Pyongyang bulan lalu.
Selain itu, staf keamanan dan seremonial Xi juga telah terlihat melakukan perjalanan ke ibu kota Korea Utara.
Dalam pertemuan dengan Wang Yi, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyatakan keinginan untuk memperkuat pertukaran tingkat tinggi dan komunikasi strategis dengan Beijing.
Ia juga mengingat kembali kunjungannya ke China tahun lalu.
Tahun ini menandai peringatan 65 tahun penandatanganan perjanjian komprehensif kerja sama antara kedua negara.
>>> Polisi Terima Laporan terhadap Ketua Shinsegae atas Tuduhan Pencemaran Nama Baik Warga Gwangju
Kunjungan Xi juga terjadi setelah pertemuan puncak dengan Presiden AS Donald Trump di Beijing pekan lalu.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin menegaskan kembali tujuan bersama untuk denuklirisasi Korea Utara.
Seorang sumber pemerintah terpisah menyebut Xi mungkin akan berupaya menjadi mediator hubungan antara Korea Utara dan Amerika Serikat.
Sebelumnya, saat kunjungan kenegaraan ke China pada Januari lalu, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung meminta Xi untuk membantu mediasi hubungan antar-Korea.
Menurut sumber, Xi merespons positif permintaan tersebut.
Kunjungan Xi juga terjadi setelah pertemuan puncak dengan Presiden AS Donald Trump di Beijing pekan lalu.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin menegaskan kembali tujuan bersama untuk denuklirisasi Korea Utara.
>>> Prabowo Tutup Lebih dari 3.000 Dapur Makan Bergizi Gratis
Seorang sumber pemerintah terpisah menyebut Xi mungkin akan berupaya menjadi mediator hubungan antara Korea Utara dan Amerika Serikat.