Penyanyi Kim Wan-sun baru-baru ini membagikan foto dirinya menyantap mi instan, kimbap, dan keripik di rest area jalan tol setelah pukul 22.30.
Unggahan itu memicu pertanyaan yang sering diucapkan para pelaku diet: "Kenapa mi instan terasa paling enak di malam hari?"
>>> Jang Won-young IVE Bagikan Rutinitas Kebugaran Sehari-hari
Kim dikenal sebagai artis yang disiplin menjaga pola makan. Dalam sebuah acara TV, ia pernah mengaku berusaha tidak makan setelah pukul 18.00.
Dampak Makan Larut Malam bagi Tubuh
Para ahli menyebutkan bahwa makan larut malam dapat memengaruhi kualitas tidur, pencernaan, dan kontrol gula darah.
Makanan seperti mi instan yang tinggi natrium dan karbohidrat memberi beban lebih besar pada tubuh saat malam hari.
Aktivitas pencernaan secara alami melambat pada malam hari. Mengonsumsi makanan berminyak atau pedas saat ini meningkatkan risiko heartburn dan kembung.
Berbaring segera setelah makan juga bisa memicu refluks asam lambung.
Mi instan termasuk makanan tinggi natrium. Kelebihan natrium menyebabkan tubuh menahan air, sehingga memicu bengkak di wajah, tangan, dan kaki keesokan paginya.
Efek ini lebih buruk jika mi dimakan larut malam karena aktivitas fisik dan sirkulasi cairan berkurang saat tidur.
Karbohidrat berlebih dari mi, kimbap, atau keripik juga menyebabkan fluktuasi gula darah yang lebih besar.
Kadar gula darah bisa melonjak setelah makan lalu turun drastis di malam hari, memicu rasa lapar atau haus pada dini hari.
>>> Ko Hyun-jung Bagikan Ritual Kecantikan Sebelum Tidur untuk Kulit Bayi
Makanan pedas dan asin meningkatkan rasa haus saat tidur.
Beberapa studi menunjukkan bahwa makan berlebihan tepat sebelum tidur dapat mengganggu tidur nyenyak. Akibatnya, kelelahan dan kondisi tubuh keesokan hari bisa terganggu, bukan hanya berat badan.