Michelle Steel, calon duta besar Amerika Serikat untuk Korea Selatan, menegaskan komitmennya untuk memperkuat aliansi bilateral demi keamanan nasional dan kemakmuran ekonomi.
Pernyataan itu disampaikan dalam sidang konfirmasi di Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Rabu (20/5/2026).
>>> Xi dan Putin Bersatu Kritik AS, tetapi Gagal Capai Kesepakatan Gas
Steel, mantan anggota Kongres dari Partai Republik, menyoroti sejumlah agenda penting yang perlu diselesaikan dengan Seoul. Agenda tersebut mencakup modernisasi aliansi dan penguatan kerja sama perdagangan.
“Selama dua periode saya di Kongres, saya bekerja untuk memperkuat keamanan nasional, menjaga kemakmuran ekonomi, melindungi pekerja dan bisnis Amerika, serta memajukan hak asasi manusia,” ujar Steel.
“Jika dikonfirmasi, saya akan melanjutkan komitmen itu dengan memperkuat aliansi kita dengan Republik Korea.”
Steel menekankan bahwa aliansi kedua negara telah menjadi pilar perdamaian, keamanan, dan kemakmuran di Asia Timur Laut selama lebih dari tujuh dekade.
Ia menyebut postur pertahanan bersama kedua negara tetap kokoh.
“Postur pertahanan gabungan kita yang berlandaskan 28.500 personel Pasukan AS di Korea dan diperkuat oleh pencegahan nuklir yang diperluas tetap kokoh,” kata Steel.
“Itu adalah fondasi aliansi kita.”
Mengomentari lembar fakta bersama yang dirilis Seoul dan Washington pada November lalu, Steel mengatakan dokumen itu mencakup peningkatan kerja sama keamanan yang terjadi sekali dalam satu generasi.
“Seoul telah berjanji untuk memperluas belanja pertahanannya dan memperkuat postur pencegahan bersama kita,” tambahnya.
Steel juga menyoroti kerja sama erat kedua negara dalam merespons program senjata ilegal Korea Utara. “Pemerintah kita bekerja sama secara erat untuk merespons program senjata ilegal Korea Utara.
Ini memperluas operasi kejahatan siber dan memperdalam kerja sama militer dengan Rusia,” jelasnya.
