Samsung tengah menghadapi ancaman pemogokan terbesar dalam sejarah perusahaan. Sebanyak 48.000 karyawan mengancam akan berhenti bekerja mulai Kamis mendatang jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Pemogokan direncanakan berlangsung selama 18 hari. Aksi ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap sistem bonus di divisi Device Solutions (DS).
>>> Hisense Luncurkan Xplorer X1 Pro, TV Laser Layar Lipat 120 Inci dengan Audio Harman Kardon
Divisi DS menaungi tiga unit bisnis: memori, System LSI yang merancang chipset, dan bisnis foundry yang memproduksi chip untuk Samsung serta klien eksternal.
Meski divisi memori mencatat penjualan rekor pada kuartal pertama, dua unit lainnya tidak mengalami kinerja yang sama.
Penyebab Ketidakpuasan
Salah satu tuntutan utama serikat pekerja adalah penghapusan batas maksimal bonus yang saat ini hanya 50 persen dari gaji tahunan karyawan.
Serikat juga meminta Samsung mengalokasikan 15 persen laba operasional tahunan untuk bonus.
Ketimpangan bonus dengan pesaing SK Hynix turut memicu keresahan. Tahun lalu, karyawan SK Hynix menerima bonus tiga kali lebih besar dibandingkan karyawan Samsung.
SK Hynix baru saja menghapus batas bonus mereka.
Samsung ingin memfokuskan bonus pada 27.000 karyawan di unit memori yang bisa mendapat bonus enam kali lipat lebih besar dibandingkan karyawan di unit LSI dan foundry.
Serikat pekerja menganggap kebijakan ini tidak adil.
Kekhawatiran lain adalah karyawan yang tidak puas dapat keluar dan mencari pekerjaan di tempat lain. Samsung sudah kehilangan sejumlah karyawan ke SK Hynix karena perbedaan pendapatan.
>>> AT&T Terapkan Biaya Baru untuk Pelanggan Prabayar Mulai Juni
Dampak Ekonomi dan Langkah Perusahaan
Samsung menyumbang hampir seperempat dari total ekspor Korea Selatan.
Seorang pejabat bank sentral menyebut pemogokan bisa mengurangi pertumbuhan ekonomi Korea Selatan sebesar 0,5 poin persentase dari prediksi 2 persen tahun ini.