Serangan udara AS dan Israel yang disebut Trump terjadi hampir setahun lalu dilaporkan telah menghancurkan sebagian besar fasilitas nuklir Iran.
Namun, uranium yang terkubur masih menjadi perhatian karena dapat digunakan kembali.
Para ahli memperingatkan bahwa uranium yang diperkaya tinggi dapat dengan cepat diubah menjadi bahan senjata nuklir jika Iran memutuskan untuk melakukannya.
Oleh karena itu, AS menganggap pengamanan material tersebut sebagai prioritas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran mengenai pernyataan Trump. Namun, arahan Pemimpin Tertinggi Iran menunjukkan bahwa Teheran tidak akan menyerahkan uraniumnya dengan mudah.
Ketegangan antara AS dan Iran diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa pekan mendatang.
>>> Kemensos Fokus Salurkan Empat Bansos dan Klarifikasi Isu BLT Kesra
Trump tampaknya tidak akan mengubah pendiriannya, sementara Iran tetap pada posisinya untuk tidak menyerahkan material nuklirnya.