unique visitors counter
⌂ Beranda Ragam Presiden Korsel Marah ke Israel, Ancam Tangkap Netanyahu

Presiden Korsel Marah ke Israel, Ancam Tangkap Netanyahu

Presiden Korsel Marah ke Israel, Ancam Tangkap Netanyahu
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung
A A Ukuran Teks16px

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meluapkan kemarahannya kepada Israel. Ia juga mengancam akan menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Kemarahan itu dipicu oleh penahanan warga Korea Selatan oleh Israel. Insiden tersebut terjadi dalam aksi Flotilla yang membawa bantuan ke Gaza.

>>> Rundown Konser Laufey Jakarta 2026: Jadwal, Penukaran Tiket, dan Setlist

IN2

Kronologi Insiden Flotilla

Flotilla tersebut merupakan upaya pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Kapal-kapal yang membawa bantuan dicegat oleh angkatan laut Israel.

Dalam insiden itu, beberapa warga Korea Selatan ikut serta. Mereka kemudian ditahan oleh otoritas Israel.

Penahanan ini memicu reaksi keras dari pemerintah Korea Selatan. Presiden Lee Jae Myung langsung mengambil sikap tegas.

in2

Perintah Kajian Penangkapan Netanyahu

Lee Jae Myung memerintahkan kajian hukum untuk penangkapan Netanyahu. Langkah ini akan diterapkan jika Netanyahu masuk ke wilayah Korea Selatan.

Perintah tersebut menunjukkan eskalasi ketegangan diplomatik antara kedua negara. Korea Selatan selama ini dikenal sebagai mitra dagang penting Israel.

Namun, insiden Flotilla telah mengubah hubungan tersebut. Pemerintah Korsel menilai tindakan Israel melanggar hukum internasional.

Kajian penangkapan Netanyahu didasarkan pada yurisdiksi universal. Korea Selatan dapat menangkap pemimpin asing yang diduga melakukan kejahatan perang.

Langkah ini jarang dilakukan oleh negara-negara sekutu AS. Namun, Korsel tampaknya ingin menunjukkan sikap independen.

Belum ada tanggapan resmi dari Israel atas ancaman tersebut. Netanyahu sendiri tengah menghadapi tekanan internasional terkait perang di Gaza.

Insiden Flotilla bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, kapal bantuan Mavi Marmara diserbu Israel pada 2010.

Saat itu, sembilan aktivis Turki tewas dalam serangan tersebut. Insiden itu memicu krisis diplomatik antara Turki dan Israel.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru