unique visitors counter
⌂ Beranda News Ketua Fed Baru Kevin Warsh Berjanji Akan 'Berorientasi Reformasi' dalam Pelantikan Mewah di Gedung Putih

Ketua Fed Baru Kevin Warsh Berjanji Akan 'Berorientasi Reformasi' dalam Pelantikan Mewah di Gedung Putih

Ketua Fed Baru Kevin Warsh Berjanji Akan 'Berorientasi Reformasi' dalam Pelantikan Mewah di Gedung Putih
Kevin Warsh dilantik sebagai Ketua Federal Reserve di Gedung Putih
A A Ukuran Teks16px

WASHINGTON — Kevin Warsh resmi menjadi Ketua Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat yang baru setelah dilantik dalam sebuah upacara mewah di Gedung Putih pada Jumat waktu setempat.

Dalam pidato perdananya, Warsh berjanji akan memimpin bank sentral yang berorientasi reformasi.

>>> AS Minta Pemohon Green Card Ajukan dari Luar Negeri

IN2

Presiden Donald Trump yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa Warsh akan sepenuhnya independen.

Namun, Trump sebelumnya telah memberikan tekanan besar pada Fed untuk menurunkan suku bunga, bahkan mencoba memecat seorang gubernur Fed dan melakukan penyelidikan kriminal terhadap pendahulu Warsh, Jerome Powell.

"Untuk memenuhi misi ini, saya akan memimpin Federal Reserve yang berorientasi reformasi, belajar dari keberhasilan dan kesalahan masa lalu, baik meninggalkan kerangka kerja dan model yang statis, maupun menjunjung standar integritas dan kinerja yang jelas," kata Warsh dalam sambutannya.

in2

Ia menyerukan para bankir sentral untuk mengejar tujuan mereka "dengan kebijaksanaan dan kejelasan, independensi dan keteguhan," serta menambahkan bahwa "inflasi bisa lebih rendah, pertumbuhan lebih kuat, upah riil lebih tinggi, dan Amerika bisa lebih makmur" jika mereka melakukannya.

Tekanan dari Gedung Putih

Trump, yang sering mengkritik dan menghina pendahulu Warsh, memuji Warsh dan mengatakan ingin dia sepenuhnya independen. Namun, ia kemudian mendesak ketua Fed untuk membiarkan ekonomi "booming."

"Kevin memahami bahwa ketika ekonomi sedang booming, itu adalah hal yang baik. Kami ingin menghentikan inflasi, tetapi kami tidak ingin menghentikan kehebatan," kata Trump.

Warsh sebelumnya telah mendukung pemotongan suku bunga, bahkan ketika ekonomi terbesar di dunia menghadapi inflasi tertinggi dalam tiga tahun.

Inflasi konsumen AS pada April mencapai 3,8 persen, level tertinggi dalam tiga tahun, yang dipicu oleh lonjakan harga energi akibat perang Trump melawan Iran.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru