Dalam rapat Fed bulan lalu, mayoritas pembuat kebijakan mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga mungkin diperlukan jika inflasi terus berada di atas target jangka panjang Fed.
Pelantikan yang Tidak Biasa
Pelantikan Warsh di Gedung Putih merupakan hal yang tidak biasa bagi seorang kepala Fed, yang merupakan lembaga independen non-partisan yang menetapkan kebijakan moneter sesuai mandat ganda mengenai inflasi dan ketenagakerjaan.
Terakhir kali kepala bank sentral dilantik di Gedung Putih adalah Alan Greenspan pada tahun 1987 di bawah Presiden Ronald Reagan.
Hakim Agung Clarence Thomas dan Brett Kavanaugh hadir dalam acara tersebut, dengan Thomas yang mengambil sumpah jabatan Warsh.
>>> Kevin Warsh Resmi Dilantik sebagai Ketua Fed di Tengah Dilema Kebijakan Moneter
Dalam sidang konfirmasi Senat, Warsh menegaskan bahwa dia "sama sekali tidak" akan menjadi boneka presiden.
Warsh akan mengambil alih Fed yang terpecah di tengah inflasi tinggi dan pasar tenaga kerja yang menunjukkan tanda-tanda kelemahan.
Tingkat pengangguran AS tetap relatif stabil sekitar 4,3 persen selama setahun terakhir, tetapi pertumbuhan lapangan kerja berfluktuasi liar antara ekspansi dan kontraksi dari bulan ke bulan.
Situasi inflasi tinggi dan pertumbuhan lapangan kerja yang tidak konsisten ini membuat Fed berada dalam posisi sulit untuk memilih antara dua mandatnya.
Warsh berpendapat bahwa keuntungan produktivitas dari inovasi yang dipimpin kecerdasan buatan akan memungkinkan ekonomi AS tumbuh cepat tanpa menambah inflasi.
"Kevin Warsh tidak akan bisa memberikan pemotongan suku bunga yang diinginkan presiden," kata David Wessel, senior fellow di Brookings Institution.
"Pada suatu titik, presiden mungkin menjadi tidak sabar dan akan mulai menyerang Tuan Warsh seperti yang dia lakukan terhadap Jerome Powell."