Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan bahwa telah terjadi kemajuan dalam negosiasi dengan Iran, meskipun masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
Pernyataan ini disampaikan Rubio setelah pertemuan para menteri luar negeri NATO di Helsingborg, Swedia, pada Jumat (23/5/2026).
>>> Trump Batal Hadiri Pernikahan Putra Sulungnya karena Urusan Negara
Rubio menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin membesar-besarkan kemajuan tersebut, namun juga tidak ingin meremehkannya. Ia berharap kesepakatan dapat tercapai.
Mediasi Pakistan dan Qatar
Kepala militer Pakistan tiba di Teheran pada Jumat untuk melanjutkan upaya mediasi guna mengakhiri konflik.
Sementara itu, media Iran melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi telah bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Pakistan Syed Mohsin Naqvi.
Qatar juga mengirimkan tim negosiasi ke ibu kota Iran untuk mencoba menyelesaikan perbedaan utama antara kedua belah pihak.
Langkah ini dilakukan enam pekan setelah gencatan senjata yang rapuh.
Meskipun beberapa kesenjangan telah dipersempit, masih ada titik-titik yang belum terselesaikan terkait uranium yang diperkaya Iran dan kendali atas Selat Hormuz.
Penutupan selat tersebut sejak awal perang telah memicu krisis energi global.
Sikap Tegas AS
Rubio mengulangi pernyataannya pada Kamis bahwa rencana Iran untuk menerapkan sistem tol di Selat Hormuz tidak dapat diterima.
Selat ini dilalui oleh seperlima minyak dunia dan gas alam cair.
“Kami berhadapan dengan sekelompok orang yang sangat sulit, dan jika tidak ada perubahan, presiden telah menyatakan dengan jelas bahwa ia memiliki opsi lain,” kata Rubio.
Ia juga mengatakan bahwa AS belum meminta bantuan NATO terkait Selat Hormuz, tetapi perlu ada rencana cadangan jika Iran menolak membuka kembali jalur air tersebut.