Dua hari setelah menyampaikan pesan terbaru AS dalam negosiasi, Menteri Dalam Negeri Pakistan Naqvi mengadakan putaran pembicaraan lain dengan Menteri Luar Negeri Iran Araqchi di Teheran.
Panglima Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir juga tiba di Teheran.
Tim Qatar, yang bekerja sama dengan AS, juga tiba di Iran pada Jumat, menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut.
Iran: Perbedaan Mendalam
Meskipun upaya mediasi semakin intensif, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan bahwa diplomasi membutuhkan waktu.
Ia mengisyaratkan bahwa kedua belah pihak belum mencapai titik di mana kesepakatan sudah dekat.
Baghaei menegaskan bahwa isu nuklir tidak sedang dibahas dan kesimpulan tidak akan tercapai jika AS berusaha mendalami detail tentang uranium yang diperkaya tinggi di Iran.
AS dan Israel menyatakan tujuan perang mereka adalah untuk membatasi dukungan Iran terhadap milisi regional, membongkar program nuklirnya, menghancurkan kemampuan misilnya, dan memudahkan rakyat Iran untuk menggulingkan penguasa mereka.
Namun, Iran sejauh ini masih mempertahankan stok uranium yang diperkaya setingkat senjata, serta kemampuannya untuk mengancam negara tetangga dengan misil, drone, dan milisi proksi.
Dampak Ekonomi Global
Setelah serangan udara AS-Israel dimulai pada 28 Februari, Iran menembaki negara-negara Teluk yang menjadi pangkalan militer AS.
Perang ini juga memicu kembali konflik antara Israel dan kelompok militan Hizbullah di Lebanon. Ribuan orang tewas di Iran dan Lebanon.
Perang ini juga menimbulkan gejolak dalam ekonomi global, dengan lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi yang merajalela.
Indeks saham utama naik pada Jumat, dengan Dow Jones mencapai rekor tertinggi.