Kinerja harian terasa cepat, dan layar refresh rate tinggi melengkapi kehalusan sistem.
Samsung Galaxy A57 menggunakan Exynos 1680 dengan grafis Xclipse. Keunggulan utamanya adalah dukungan software hingga enam kali pembaruan Android besar.
One UI 8.5 yang dioptimalkan juga terasa mulus untuk multitasking dan keandalan jangka panjang.
Namun, bagi gamer berat, tuning yang lebih agresif pada OnePlus mungkin tetap lebih disukai.
Baterai menjadi area di mana Nord CE 6 menciptakan jarak yang sangat jauh. Kapasitas 8000mAh-nya jauh lebih besar dibandingkan 5000mAh milik Galaxy A57.
Penggunaan dua hari menjadi realistis di OnePlus, sementara Samsung nyaman untuk satu hari penuh.
Pengisian daya juga lebih cepat di Nord CE 6 dengan dukungan 80W dan bypass charging, yang memudahkan sesi gaming.
Samsung dengan 45W tergolong lumayan, tetapi tidak lagi yang terbaik di kelasnya.
Galaxy A57 unggul dalam dukungan software dan optimasi yang halus, tetapi Nord CE 6 mendominasi daya tahan baterai dan kecepatan pengisian.
Pengguna yang membutuhkan daya tahan ekstra akan lebih memilih OnePlus.
Kamera
Samsung mengambil pendekatan lebih serbaguna dengan tiga kamera belakang: utama 50MP, ultrawide, dan makro.
Sensor utama yang lebih besar membantu menangkap cahaya lebih baik, dan pemrosesan gambar Samsung biasanya memberikan rentang dinamis lebih kaya serta warna lebih seimbang.
Kamera ultrawide juga menambah fleksibilitas untuk fotografi perjalanan dan lanskap.
OnePlus Nord CE 6 menyederhanakan dengan kamera ganda yang mengandalkan sensor utama 50MP dengan OIS.
>>> Harga Xiaomi 17T dan 17T Pro Bocor untuk Pasar Global
Hasil jepretan di siang hari tampak tajam dan cerah, tetapi ketiadaan lensa ultrawide membatasi kreativitas.
Untuk kamera depan, OnePlus jelas menyasar pengguna yang suka selfie dengan sensor 32MP yang mampu merekam 4K. Hasil selfie lebih tajam dan detail, terutama di lingkungan terang.