iQOO Z11 unggul berkat penyimpanan UFS 3.1 yang lebih cepat. Hal ini membantu pemuatan aplikasi dan responsivitas gaming yang lebih baik.
Redmi Note 15 Pro+ masih menggunakan UFS 2.2 yang terasa kurang siap untuk masa depan. Namun, performanya tetap baik untuk penggunaan sehari-hari.
Perbedaan filosofi perangkat lunak juga mencolok.
Origin OS milik iQOO terasa dioptimalkan untuk kecepatan, sementara HyperOS 2 di Redmi lebih fokus pada fitur ekosistem.
Gamer cenderung memilih iQOO karena terasa lebih agresif saat digunakan berat. Namun, pengguna umum mungkin tidak merasakan perbedaan signifikan.
Daya tahan baterai menjadi keunggulan utama iQOO Z11. Baterai silikon-karbon 9020mAh adalah salah satu yang terbesar di segmen ini, jauh melampaui kapasitas 6500mAh milik Redmi.
Dengan baterai sebesar itu, iQOO Z11 mampu bertahan lebih lama meskipun digunakan untuk gaming berat atau streaming panjang.
Redmi mengimbangi dengan pengisian daya 100W yang lebih cepat dari 90W milik iQOO.
Perbedaan kecepatan pengisian tidak terlalu dramatis dalam penggunaan nyata. Namun, iQOO tetap unggul dalam hal ketahanan baterai secara keseluruhan.
Kamera
Redmi Note 15 Pro+ jelas menyasar penggemar fotografi dengan sensor utama 200MP yang dilengkapi OIS. Kamera ultrawide 8MP juga menambah fleksibilitas pengambilan gambar.
Hasil foto dari Redmi menawarkan detail lebih baik, rentang dinamis kuat, dan warna yang kaya.
Dukungan Dolby Vision pada layar juga membuat foto dan video terlihat lebih hidup saat diputar.
iQOO Z11 menggunakan kamera utama 50MP dengan lensa tambahan. Kamera utamanya mampu menghasilkan foto yang baik di siang hari, tetapi ketiadaan kamera ultrawide membatasi kreativitas.
>>> Samsung Rilis One UI 8.5 Stabil untuk Galaxy Tab S10 FE dan FE+, S23 FE Mulai Dapat di India