Dua kecelakaan lalu lintas terpisah di Kamboja pada Sabtu menewaskan setidaknya 14 pekerja pabrik garmen dan melukai 93 orang lainnya.
Sebagian besar korban adalah perempuan.
>>> Ledakan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 90 Orang
Kecelakaan pertama terjadi di Provinsi Kampong Chhnang, sekitar 60 kilometer di utara ibu kota Phnom Penh.
Sebuah truk kargo berat menabrak truk terbuka yang mengangkut para pekerja menuju pabrik.
Sembilan orang tewas dan 53 lainnya luka-luka dalam insiden tersebut, menurut pernyataan Kementerian Tenaga Kerja Kamboja.
Kecelakaan kedua terjadi di Provinsi Svay Rieng, salah satu pusat pabrik garmen utama di Kamboja. Sebuah bus yang membawa pekerja keluar dari jalan dan terguling.
Lima orang tewas dan 40 lainnya luka-luka dalam kecelakaan tersebut.
Truk bak terbuka merupakan moda transportasi yang biasa digunakan para pekerja. Kendaraan itu sering kali tidak memiliki kursi atau bangku, sehingga penumpang harus berdiri.
Hal ini secara signifikan meningkatkan risiko cedera atau kematian.
>>> Cara Cek Nama Penerima Bansos PKH dan BPNT 2026 Secara Online
Kementerian Tenaga Kerja menyatakan "sangat terkejut oleh dua kecelakaan lalu lintas mengerikan yang terjadi secara bersamaan". Mereka menyerukan kepatuhan ketat terhadap peraturan lalu lintas untuk mencegah kecelakaan.
Sektor garmen merupakan penyumbang ekspor utama Kamboja. Upah, termasuk lembur, umumnya berkisar antara 200-300 dolar AS per bulan.
Laporan Kementerian Perhubungan mencatat 1.467 orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas pada 2025.
Angka tersebut menjadikan kecelakaan lalu lintas sebagai penyebab utama kematian akibat kecelakaan di negara Asia Tenggara itu.
Sektor garmen Kamboja, yang meliputi pakaian, alas kaki, dan barang perjalanan, mempekerjakan sekitar 800.000 hingga 1 juta orang di sekitar 1.900 pabrik.
Produksi sektor ini mencapai lebih dari 15,5 miliar dolar AS dalam ekspor tahun lalu, menurut Kementerian Perdagangan Kamboja.
Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab utama kematian akibat kecelakaan di Kamboja.
>>> Kemensos Terapkan 10 Desil Ekonomi untuk Salurkan Bansos 2026
Sektor garmen, yang menjadi tulang punggung ekspor negara, mempekerjakan sekitar 800.000 hingga 1 juta orang di hampir 1.900 pabrik, dengan nilai ekspor lebih dari 15,5 miliar dolar AS tahun lalu.