Sebuah gedung sembilan lantai yang sedang dalam tahap konstruksi di Angeles City, Filipina, runtuh pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.30 waktu setempat.
Insiden ini menewaskan satu turis asal Malaysia dan menyebabkan sedikitnya 21 orang terjebak di bawah reruntuhan.
Para pejabat setempat melaporkan bahwa sebagian besar korban terjebak adalah pekerja yang sedang tidur di lantai dasar gedung tersebut.
Kronologi dan Dampak
Gedung yang terletak di lingkungan padat dengan hotel murah, kafe, dan rumah-rumah pedesaan itu runtuh di dekat bekas pangkalan Angkatan Udara AS.
Menurut Kepala Pemadam Kebakaran Maria Lea Sajili, seorang turis Malaysia tewas dan satu tamu lainnya terluka di sebuah penginapan yang tertimpa puing-puing bangunan.
Sebanyak 24 pekerja berhasil keluar atau diselamatkan setelah gedung ambruk. Dua orang di antaranya ditemukan dalam keadaan hidup tetapi belum bisa dievakuasi.
Sekitar 700 petugas penyelamat dikerahkan untuk mencari korban di bawah tumpukan beton, besi bengkok, dan perancah aluminium.
Kerabat korban menunggu dengan cemas di lokasi kejadian. Seorang pelajar bernama Joamel Angcao mengaku ini adalah hari terburuk dalam hidupnya karena orang tuanya ikut terjebak.
Orang tua Angcao sedang menjaga gerobak makanan dan kopi di samping gedung saat bangunan itu runtuh.
Seorang tukang ledeng, John Carlo Villarente, mengatakan ia keluar dari gedung sekitar dua jam sebelum kejadian untuk minum.
Keponakannya masih di dalam.
Tukang ledeng lain, Randy Alapide, membantu tim penyelamat dengan menggambar peta lokasi para pekerja yang terjebak. Ia mengenal tiga orang yang hilang.
Hingga berita ini diturunkan, dua pekerja yang masih hidup telah terdeteksi tetapi proses evakuasi berjalan lambat karena kondisi reruntuhan yang berbahaya.
Ambulans, petugas pemadam kebakaran, dan polisi bersiap di lokasi untuk mengevakuasi korban.
Direktur Kepolisian Daerah Brigjen Jess Mendez mengatakan hampir 200 polisi membantu pencarian yang akan berlangsung semalaman hingga semua korban ditemukan.
Angeles City dulunya menjadi lokasi pangkalan Angkatan Udara AS terbesar di luar daratan Amerika hingga ditutup pada awal 1990-an.
Bekas pangkalan tersebut kini menjadi kawasan industri dan pariwisata bernama Clark Freeport Zone, sekitar 80 kilometer di utara Manila.
Dua dari pekerja yang terjebak telah ditemukan dalam keadaan hidup oleh tim penyelamat, namun proses evakuasi membutuhkan waktu karena kondisi reruntuhan yang berbahaya.
Ambulans, petugas pemadam kebakaran, dan polisi bersiap di lokasi untuk mengevakuasi kedua korban tersebut.
Hampir 200 personel polisi dikerahkan dalam operasi penyelamatan yang akan berlangsung semalaman hingga semua korban berhasil ditemukan, kata Direktur Kepolisian Daerah Brigjen Jess Mendez.