Amerika Serikat dan Iran dikabarkan hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan kesepakatan itu bisa diumumkan pada Minggu (24/5/2026).
>>> Trump Sebut Kesepakatan Iran Hampir Tercapai, Selat Hormuz akan Dibuka
Rubio mengatakan hal itu saat berkunjung ke India. Ia menyebut dunia mungkin akan segera mendapat kabar baik dalam beberapa jam ke depan.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menulis di media sosial bahwa kesepakatan sebagian besar telah dirundingkan. Kesepakatan itu melibatkan AS, Iran, dan berbagai negara lain.
Rubio menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut akan memulai proses yang pada akhirnya membuat dunia tidak perlu lagi khawatir terhadap senjata nuklir Iran.
Trump juga menekankan bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali.
Pembukaan Selat Hormuz akan membawa kelegaan bagi pasar energi. Selat tersebut merupakan jalur air penting yang dalam masa damai membawa seperlima ekspor minyak dunia.
Respons Para Pemimpin Dunia
Para pemimpin Eropa menyambut optimisme tersebut. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebutnya sebagai kemajuan menuju kesepakatan.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berjanji akan bekerja sama dengan mitra internasional untuk memanfaatkan momen ini. Pejabat Iran mengonfirmasi adanya draf kesepakatan.
Namun, Iran menegaskan bahwa pembahasan mengenai program nuklirnya ditunda selama 60 hari setelah kesepakatan. Permintaan AS untuk mengakhiri pengayaan uranium belum menjadi bagian dari kesepakatan awal.
Menurut kantor berita Iran, Fars, AS setuju untuk melepaskan sebagian dana Iran yang dibekukan di luar negeri.
AS juga akan mengakhiri blokade laut terhadap kapal yang menuju dan dari pelabuhan Iran.
Sebagai imbalan, lalu lintas melalui Selat Hormuz akan kembali ke tingkat sebelum perang di bawah pengelolaan Iran.
