Uni Eropa memanggil duta besar Rusia di Brussel setelah Moskow mengancam warga asing dan diplomat untuk meninggalkan Kyiv.
Ancaman itu juga mencakup serangan baru di ibu kota Ukraina.
>>> Komdigi Uji Coba Digitalisasi Bansos Lewat Infrastruktur Publik
Juru bicara Uni Eropa, Anitta Hipper, menyatakan bahwa ancaman Rusia terhadap warga asing dan diplomat untuk meninggalkan Kyiv merupakan eskalasi yang tidak dapat diterima.
"Rusia harus berhenti menyerang warga sipil," tulis Hipper di media sosial.
Langkah Diplomatik Uni Eropa
Pemanggilan duta besar Rusia dilakukan sebagai respons atas pernyataan Moskow yang dinilai meningkatkan ketegangan.
Langkah ini merupakan bentuk protes keras Uni Eropa terhadap ancaman yang ditujukan kepada warga asing dan diplomat di Kyiv.
Uni Eropa menegaskan bahwa tindakan Rusia melanggar norma-norma internasional. Serangan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun.
Pernyataan resmi Uni Eropa menyebutkan bahwa Moskow harus segera menghentikan ancaman dan serangan terhadap Kyiv. Keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas utama.
Pemanggilan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina. Kyiv sendiri telah menjadi sasaran serangan Rusia sejak invasi dimulai pada Februari 2022.
Ancaman terbaru Rusia memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut. Masyarakat internasional terus mendesak Rusia untuk menghentikan agresinya.
Uni Eropa telah menjatuhkan berbagai sanksi terhadap Rusia sejak invasi. Namun, tekanan diplomatik terus dilakukan untuk mengakhiri konflik.
Pemanggilan duta besar ini menunjukkan keseriusan Uni Eropa dalam menanggapi ancaman Rusia. Langkah ini diharapkan dapat meredakan ketegangan dan melindungi warga sipil.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak Rusia terkait pemanggilan ini. Namun, Moskow sebelumnya kerap menolak kecaman internasional atas tindakannya di Ukraina.
