Komisi Eropa akan mengusulkan aturan baru yang membatasi akses anak-anak ke media sosial di seluruh Uni Eropa pada akhir tahun ini.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan bahwa proposal tersebut akan diumumkan setelah musim panas, dan undang-undang diharapkan disampaikan dalam pidato State of the Union pada September.
>>> Perusahaan AI China Luncurkan Ponsel Agenik Pertama di Dunia
Langkah ini mengikuti rekomendasi dari panel ahli yang bertugas mencari cara untuk melindungi anak di bawah umur dari bahaya online.
Aturan Bertahap Berdasarkan Usia
Berdasarkan rekomendasi tersebut, anak-anak di bawah 13 tahun hanya akan diizinkan mengakses media sosial secara terbatas dan dengan pengawasan.
Pembatasan akan dilonggarkan secara bertahap seiring bertambahnya usia mereka.
Panel juga meminta platform untuk membuktikan bahwa layanan mereka aman bagi pengguna muda sebelum memberikan akses, sehingga tanggung jawab lebih besar beralih ke perusahaan teknologi daripada orang tua.
>>> Spesifikasi Nubia Z90 Ultra dan Red Magic 12 Bocor: Chip 2nm, Pendingin Ganda, Kamera 35mm
Negara Lain Juga Bergerak
Uni Eropa bukan yang pertama bergerak ke arah ini.
Australia menjadi negara pertama yang memberlakukan larangan nasional media sosial untuk anak di bawah 16 tahun pada tahun lalu.
Prancis, Yunani, dan beberapa negara Eropa lainnya telah menyetujui atau sedang mempertimbangkan pembatasan serupa berdasarkan usia.
>>> Perusahaan China Klaim Punya Ponsel AI Agentic Pertama di Dunia
Di luar Eropa, pemerintah Inggris, Kanada, dan negara-negara lain juga sedang mempertimbangkan aturan yang lebih ketat untuk melindungi anak-anak di dunia maya.
