Raksasa minyak asal Inggris, BP, mengumumkan pemecatan Albert Manifold dari posisi ketua dewan pada Selasa, 26 Mei 2026.
Langkah ini diambil setelah perusahaan menemukan masalah serius terkait tata kelola dan pengawasan.
>>> Uni Eropa Panggil Dubes Rusia Usai Ancaman pada Warga Asing di Kyiv
Manifold baru menjabat sebagai ketua dewan BP kurang dari satu tahun. Perusahaan menyatakan adanya kekhawatiran mendalam terhadap standar tata kelola, pengawasan, dan perilaku di internal perusahaan.
Keputusan Tegas Dewan
Amanda Blanc, direktur independen senior BP, mengatakan bahwa dewan terkejut dan kecewa mengetahui adanya masalah tata kelola dan pengawasan yang dianggap tidak dapat diterima.
Dewan kemudian mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan Manifold.
Blanc menyampaikan pernyataan tersebut mewakili dewan direksi BP. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap tata kelola yang baik.
BP menunjuk Ian Tyler sebagai ketua dewan sementara, efektif sejak Selasa. Tyler adalah anggota dewan BP yang sudah lama dan dianggap memiliki pengalaman memadai untuk mengisi posisi tersebut.
Perubahan kepemimpinan ini terjadi di tengah upaya BP bertransisi menuju energi terbarukan. Perusahaan menghadapi tekanan dari investor dan aktivis lingkungan untuk mempercepat transformasi bisnisnya.
Pemecatan Manifold menambah daftar panjang pergantian eksekutif di perusahaan energi global. BP sendiri telah beberapa kali melakukan perombakan manajemen dalam beberapa tahun terakhir.
>>> Komdigi Uji Coba Digitalisasi Bansos Lewat Infrastruktur Publik
Belum ada pernyataan resmi dari Manifold terkait pemecatannya. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa ia menerima keputusan dewan dengan lapang dada.
Analis pasar memperkirakan langkah ini tidak akan berdampak signifikan pada harga saham BP dalam jangka pendek. Investor lebih fokus pada strategi energi perusahaan ke depan.