Kecelakaan antara kereta api dan bus mini sekolah di Belgia utara menewaskan empat orang, termasuk dua anak, dan melukai lima anak lainnya, kata jaksa setempat, Selasa.
Anak-anak yang terluka dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi serius, kata juru bicara Lisa De Wilde dalam konferensi pers.
>>> BP Pecat Ketua Dewan karena Masalah Tata Kelola Serius
Insiden terjadi di perlintasan sebidang saat jam sibuk pagi hari dekat kota Buggenhout, sekitar 30 kilometer barat laut Brussels.
De Wilde mengatakan korban tewas termasuk sopir bus mini, seorang pendamping, dan dua anak. Penyebab kecelakaan belum diketahui.
Penyelidik sedang memeriksa saksi dan mencari rekaman kamera di sekitar lokasi.
“Yang kami tahu, palang pintu sudah tertutup dan lampu merah menyala,” ujar De Wilde.
Juru bicara operator kereta Belgia Infrabel mengatakan kereta diperkirakan melaju sekitar 120 kilometer per jam saat mendekati perlintasan dan “tidak punya waktu untuk mengerem.”
“Benturannya sangat keras,” kata juru bicara Frédéric Sacré kepada penyiar RTBF.
>>> Uni Eropa Panggil Dubes Rusia Usai Ancaman pada Warga Asing di Kyiv
Seorang wartawan Associated Press di lokasi melaporkan bus yang rusak parah terguling miring. Ahli forensik bersetelan pelindung putih mengambil foto di tempat kejadian.
Sebuah tenda putih didirikan di dekatnya. Kereta relatif tidak rusak.
Dalam unggahan media sosial, Menteri Dalam Negeri Belgia Bernard Quintin menyatakan “kesedihan mendalam” atas “kecelakaan tragis di Buggenhout, di mana sebuah bus sekolah ditabrak kereta.
Pikiran saya tertuju pada para korban dan orang-orang terkasih mereka.”
Kecelakaan terjadi saat jam sibuk pagi hari di perlintasan sebidang dekat Buggenhout, sekitar 30 kilometer barat laut Brussels.
>>> Komdigi Uji Coba Digitalisasi Bansos Lewat Infrastruktur Publik
Juru bicara Infrabel mengatakan kereta diperkirakan melaju 120 km/jam saat mendekati perlintasan dan tidak sempat mengerem.