unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Korea Dorong Konservasi Situs Geologi Global Lewat Deklarasi KGA

Korea Dorong Konservasi Situs Geologi Global Lewat Deklarasi KGA

Korea Dorong Konservasi Situs Geologi Global Lewat Deklarasi KGA
Simposium warisan geologi Korea di Busan
A A Ukuran Teks16px

Diskusi global tentang konservasi sistematis situs warisan geologi mendapatkan momentum besar di Busan, Rabu, saat simposium internasional mengadopsi Deklarasi Key Geoheritage Areas (KGA) Korea.

Simposium bertajuk "K-Geoheritage: Current Status and Future Perspectives" menampilkan 13 presentasi dari para ahli global, termasuk Robbert Casier dari IUCN, Presiden ProGEO Kevin Page, dan José Brilha, mantan presiden ProGEO.

>>> Pariwisata Bebas Hambatan Semakin Berkembang di Korea

IN2

"Kami ingin membangun kerangka kerja baru untuk kerja sama internasional sehingga melindungi warisan geologi menjadi fokus utama konservasi alam abad ke-21," kata Administrator Korea Heritage Service (KHS) Huh Min dalam sambutannya.

Huh menambahkan bahwa hal ini akan membantu menghubungkan perlindungan, pengelolaan, penelitian, dan pendidikan secara mulus.

"Saya sangat berharap kerja sama global yang berpusat pada KGA akan semakin kuat ke depannya," ujarnya.

in2

Apa itu KGA?

KGA merujuk pada elemen geologi yang signifikan secara internasional—seperti fosil, mineral, dan bentang alam unik—yang penting untuk memahami sejarah Bumi dan evolusi kehidupan.

Didorong oleh inisiatif Korea, konferensi ini merupakan acara internasional pertama yang didedikasikan untuk menetapkan standar global, program konservasi, dan platform kerja sama global untuk KGA.

Sementara konservasi alam biasanya berfokus pada keanekaragaman hayati dan ekosistem, perlindungan situs warisan geologi sama pentingnya.

Korea memiliki dua Situs Warisan Alam Dunia—Pulau Vulkanik Jeju dan tabung lava, serta dataran pasang surut Korea atau "getbol"—dan kini berencana mendaftarkan situs fosil dinosaurus di sepanjang pantai selatannya.

Para ahli geologi di seluruh dunia semakin menyerukan penelitian aktif untuk mengidentifikasi, melestarikan, dan memanfaatkan aset global yang tak ternilai ini karena nilai budaya dan ekologisnya.

"Merupakan suatu kehormatan bagi Korea untuk memimpin platform dan tugas global yang monumental ini," kata Casier, menyoroti peran Korea sebagai negara ketua yang menjadi tuan rumah sesi Komite UNESCO tahun ini.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru