unique visitors counter
⌂ Beranda News Batu Empedu Sapi Mendadak Diburu Saat Idul Adha 2026, Dari Isi Perut Jadi Komoditas Puluhan Juta

Batu Empedu Sapi Mendadak Diburu Saat Idul Adha 2026, Dari Isi Perut Jadi Komoditas Puluhan Juta

Batu Empedu Sapi Mendadak Diburu Saat Idul Adha 2026, Dari Isi Perut Jadi Komoditas Puluhan Juta
Batu empedu sapi
A A Ukuran Teks16px

Di tengah hiruk-pikuk Hari Raya Idul Adha 2026, media sosial Indonesia dipenuhi percakapan yang tak biasa. Bukan cuma soal harga sapi kurban atau resep sate, melainkan tentang batu empedu sapi yang disebut-sebut bisa dihargai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Video demi video bermunculan di TikTok, Facebook, dan Instagram. Orang-orang membelah bagian dalam sapi kurban dengan hati-hati, mencari benda kecil berwarna kecokelatan atau kehijauan yang diyakini sebagai batu empedu. Ada yang memperlihatkannya di telapak tangan seperti menemukan emas. Ada pula yang langsung menawarkan kepada pengepul.

Fenomena itu membuat banyak orang bertanya-tanya. Mengapa benda yang selama ini dianggap limbah organ dalam tiba-tiba diburu ramai-ramai?

IN2

Jawabannya datang dari pasar pengobatan tradisional Asia Timur yang nilainya terus melonjak. Batu empedu sapi kini menjadi salah satu komoditas hewani paling mahal di dunia.

Dalam laporan Wall Street Journal yang dikutip SurabayaInside, harga batu empedu sapi pada 2025 mencapai 5.800 dolar Amerika Serikat per ons atau sekitar Rp90 juta. Nilai itu bahkan disebut lebih mahal dibandingkan emas pada periode yang sama.

Batu empedu sapi sebenarnya bukan benda mistis. Dalam dunia medis, ia adalah endapan cairan pencernaan yang mengeras di kantong empedu sapi. Tidak semua sapi memilikinya.

in2

Justru di situlah sumber kelangkaannya.

Batu empedu lebih sering ditemukan pada sapi yang berusia tua. Sementara industri peternakan modern cenderung menyembelih sapi pada usia muda demi efisiensi produksi daging. Akibatnya, jumlah batu empedu alami di pasar menjadi sangat terbatas.

Di sisi lain, permintaan terus meningkat. Terutama dari Cina dan beberapa negara Asia Timur yang menggunakan batu empedu sapi sebagai bahan pengobatan tradisional.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini Editor:: Dwi Andini
📰 Update Terbaru