Badan Warisan Korea (KHS) mengumumkan rencana mendirikan 'K-Heritage House' seluas 13.254 meter persegi di pusat konvensi BEXCO, Busan, pada Juli mendatang.
Ukuran ini sekitar dua kali lipat lapangan sepak bola.
>>> Paket 'Living Travel' Sebulan di Korea Kian Diminati Wisatawan
Langkah ini dilakukan dalam rangka Sesi Komite Warisan Dunia UNESCO yang akan digelar di Busan.
KHS menjadikan momen tersebut sebagai tonggak untuk memperkuat jejak global warisan dan budaya Korea.
Dampak Ekonomi dan Budaya
Kepala KHS Huh Min menyatakan bahwa sesi ini diharapkan memberikan tiga dampak utama: meningkatkan martabat nasional, mempromosikan kota tuan rumah, dan mendorong ekonomi lokal.
Perkiraan dampak ekonomi mencapai 137,2 miliar won atau sekitar 100 juta dolar AS.
Presiden Lee Jae Myung saat berkunjung ke Busan menekankan pentingnya acara ini. Menurutnya, kekuatan pendorong di balik budaya Korea adalah warisan Korea.
Lee menambahkan bahwa Korea harus memimpin solidaritas internasional untuk melindungi warisan bersama umat manusia di tengah krisis iklim, risiko geopolitik, dan pembangunan cepat.
Ruang Pameran Terbesar
K-Heritage House akan menjadi ruang pameran terbesar yang didedikasikan untuk budaya Korea.
Terdapat 42 ruang pameran dan pengalaman yang melibatkan 33 entitas, termasuk enam kementerian, 14 pemerintah daerah, dan 13 organisasi swasta.
Sebelumnya, KHS juga menggelar simposium internasional bertajuk 'K-Geoheritage: Status Saat Ini dan Perspektif Masa Depan'. Acara ini membahas konservasi sistematis situs warisan geologi.
Dalam simposium tersebut, diadopsi Deklarasi Key Geoheritage Areas (KGA) Korea.
>>> Korea Dorong Konservasi Situs Geologi Global Lewat Deklarasi KGA
Forum ini menampilkan 13 presentasi dari pakar global, termasuk Robbert Casier dari IUCN, Presiden ProGEO Kevin Page, dan José Brilha, mantan presiden ProGEO.