Foto viral yang memperlihatkan enam polisi Thailand mengenakan kostum dansa gemerlap saat penggerebekan narkoba ternyata adalah hasil kecerdasan buatan (AI).
Hal itu diakui oleh polisi yang bertanggung jawab mengunggah gambar tersebut.
>>> Kanada akan Beli Pesawat Peringatan Dini GlobalEye dari Saab
Gambar yang beredar luas dari Asia Tenggara hingga Amerika itu menunjukkan para polisi dengan gaun warna-warni dan berkilau sedang mengapit seorang tersangka.
Banyak media besar melaporkannya sebagai operasi penyamaran sungguhan.
Namun, Sersan Polisi Rachata Mitrsuripong, administrator halaman Facebook Polres Tha Luang di Provinsi Lopburi, mengaku sebagai pembuat gambar tersebut.
Ia mengatakan tujuannya untuk menampilkan citra polisi yang lebih ramah.
"Saya ingin menciptakan citra polisi yang lebih bersahabat — menunjukkan sisi lucu dan humoris — sehingga masyarakat merasa lebih nyaman mendekati petugas," ujarnya kepada AFP pada Selasa (27/5/2025).
>>> Iran: Draft Kesepakatan dengan AS Buka Kembali Jalur Pelayaran Hormuz
Rachata menambahkan bahwa detail penangkapan dalam unggahan tersebut adalah asli.
Ia juga memberikan foto asli kepada AFP yang hanya memperlihatkan lima polisi laki-laki berpakaian biasa di sekitar tersangka.
Petugas lain di kantor polisi yang sama membenarkan bahwa Rachata mengelola halaman Facebook tersebut, tetapi mengaku tidak tahu bahwa gambar buatan AI itu telah menyebar secara internasional.
Foto tersebut menjadi viral setelah diunggah ulang oleh media lokal. Ini bukan pertama kalinya polisi yang melakukan operasi tangkap tangan dengan kostum mewah menjadi sensasi di internet.
Pada perayaan Tahun Baru Imlek Februari lalu, polisi Thailand mengenakan kostum singa merah-emas untuk menangkap tersangka pencurian.
>>> Batu Empedu Sapi Mendadak Diburu Saat Idul Adha 2026, Dari Isi Perut Jadi Komoditas Puluhan Juta
Tahun lalu, seorang polisi Peru berdandan seperti kapibara dan berpura-pura memberikan hadiah Valentine kepada pengedar narkoba sebelum menangkapnya.
