Pasar smartphone Amerika Serikat mengalami penurunan 3% year-on-year pada kuartal pertama 2026, dengan total pengiriman mencapai 33,4 juta unit.
Data ini dirilis oleh firma analis Omdia dalam laporan terbarunya.
>>> Red Magic 11S Pro Resmi Global: Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Baterai 7500mAh
Penurunan ini dipicu oleh beberapa faktor.
Pertama, produsen smartphone telah mempercepat penimbunan stok pada Q1 2025 untuk mengantisipasi tarif impor yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump.
Kedua, kenaikan harga chip memori mulai menekan pasar, dan terjadi perlambatan signifikan dalam pembelian smartphone.
Selain itu, penundaan peluncuran perangkat baru turut memengaruhi. Contohnya, seri Galaxy S26 hadir sekitar sebulan lebih lambat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja Merek
Apple tetap mempertahankan posisi teratas, namun pengirimannya turun 3% year-on-year. Peluncuran Galaxy S26 yang lebih lambat membantu Apple mengamankan lebih banyak pengiriman di segmen premium.
Seri iPhone 17 menyumbang 70% dari total pengiriman Apple.
>>> MediaTek Rilis Dimensity 8550 dengan LLM Booster dan Dukungan Gemini Nano V3
Samsung berada di posisi kedua dengan penurunan 5% year-on-year.
Keterlambatan peluncuran Galaxy S26 menjadi salah satu penyebab, meskipun seri tersebut mencatatkan peningkatan pre-order 25% dibandingkan Galaxy S25.
Motorola menjadi satu-satunya OEM yang mencatat pertumbuhan, dengan peningkatan pengiriman 18% year-on-year. Portofolio Moto G yang diperbarui menyumbang lebih dari 70% dari total pengiriman Motorola.
Google mencatat penurunan 7% karena penjualan seri Pixel 10 yang stagnan. Peluncuran awal Pixel 10a belum cukup untuk mengimbangi kinerja Pixel 10 yang kurang memuaskan.
Segmentasi Pasar
Pasar AS semakin terpolarisasi. Segmen premium (di atas $800) hanya turun 1%, sementara segmen entry-level (di bawah $300) justru tumbuh 8%.
Sebaliknya, segmen menengah ($300-599) anjlok 19%, dan segmen $600-700 turun 6%.
>>> Huawei Mate 90 Series Dikabarkan Pakai Chip Kirin Setara 3nm
Omdia merekomendasikan kolaborasi erat dengan operator seluler dan promosi terikat paket untuk meminimalkan dampak kenaikan biaya komponen. Analis memperkirakan kontraksi pasar sebesar 4% untuk tahun penuh 2026.