unique visitors counter
⌂ Beranda News Lima Tahun ke Depan Diprediksi Makin Panas, Bumi Lampaui Batas Aman

Lima Tahun ke Depan Diprediksi Makin Panas, Bumi Lampaui Batas Aman

Lima Tahun ke Depan Diprediksi Makin Panas, Bumi Lampaui Batas Aman
Ilustrasi bumi yang panas dan kering akibat perubahan iklim
A A Ukuran Teks16px

Washington — Dalam lima tahun ke depan, Bumi kemungkinan besar akan terus melampaui ambang batas iklim internasional yang disepakati sebagai batas aman, sekaligus memecahkan rekor tahun terpanas, menurut proyeksi iklim baru Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) juga memperkirakan pemanasan Arktik yang berlebihan, dengan suhu naik hampir 3 derajat Fahrenheit (1,66 derajat Celcius) antara sekarang dan 2030, serta kekeringan berbahaya yang berpotensi memicu kebakaran hutan di Amazon.

>>> SIG Salurkan 292 Hewan Kurban ke 19 Provinsi untuk Iduladha 1447 H

IN2

Peluang 75% Lampaui 1,5°C

Proyeksi dari badan iklim PBB dan Kantor Meteorologi Inggris menyebutkan ada peluang 75 persen bahwa suhu global rata-rata antara 2026 dan 2030 akan melampaui 1,5 derajat Celcius (2,7 derajat Fahrenheit) sejak era pra-industri.

Ambang batas itu merupakan batas pemanasan yang disepakati—dirata-rata selama 20 tahun—dalam Perjanjian Paris 2015.

Sebuah laporan sains PBB beberapa tahun kemudian merinci bagaimana melampaui batas 1,5 derajat berarti meningkatnya risiko kematian, bahaya, dan hilangnya spesies.

in2

Meski hanya beberapa persepuluh derajat, beberapa ekosistem planet seperti karang dan gletser tidak dapat menahan tekanan tersebut.

Rekor Suhu Terpanas Akan Terpecahkan

Laporan WMO menyatakan ada peluang 91 persen bahwa setidaknya satu dari lima tahun ke depan akan melampaui ambang 1,5 derajat, dan 86 persen bahwa salah satu tahun tersebut akan memecahkan rekor tahun terpanas Bumi yang ditetapkan pada 2024.

WMO memproyeksikan setiap tahun antara sekarang dan 2030 akan berada di antara 1,3 derajat Celcius (2,3 derajat Fahrenheit) dan 1,9 derajat Celcius (3,4 derajat Fahrenheit) sejak akhir 1800-an.

“Penting untuk dicatat bahwa (1,5) bukanlah semacam tepi jurang yang akan kita jatuhi,” kata rekan penulis laporan Melissa Seabrook, ilmuwan iklim di Kantor Meteorologi Inggris.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru