Qualcomm secara resmi memperkenalkan Snapdragon C, chipset terbaru yang dirancang khusus untuk laptop murah.
Dapur pacu ini menargetkan laptop Windows di kisaran harga 300 dolar AS atau sekitar Rp5,3 juta.
>>> Cara Aktivasi Pinjaman Online SPinjam, Bunga Mulai 1,8 Persen dan Gratis Biaya Admin
Snapdragon C hadir untuk mendisrupsi pasar laptop terjangkau.
Langkah ini bertujuan menghadirkan teknologi ARM yang efisien ke lebih banyak pengguna, terutama pelajar, keluarga, dan pekerja kantoran.
Keunggulan Snapdragon C
Chipset ini mengutamakan efisiensi baterai tinggi dan desain tanpa kipas. Qualcomm menjanjikan laptop berbasis Snapdragon C memiliki desain yang “keren dan senyap”.
Berbeda dengan seri Snapdragon X yang menggunakan inti CPU Oryon, Snapdragon C memakai inti CPU Kryo berbasis IP Arm.
Performanya mungkin tidak secepat kakaknya, namun daya tahan baterai diklaim sangat baik untuk penggunaan harian.
Snapdragon C dilengkapi NPU terintegrasi, tetapi tidak mendukung fitur Microsoft Copilot+. Performa NPU-nya belum memenuhi standar 40 TOPS yang disyaratkan Microsoft.
>>> Xiaomi Luncurkan Mijia Front Load Washer Dryer di Eropa dengan Fitur Smart Home
Meski begitu, kehadiran AI tetap dinilai membantu efisiensi kerja ringan sehari-hari.
Laptop Pertama dengan Snapdragon C
Acer telah mengumumkan Acer Aspire Go 15 sebagai laptop pertama yang menggunakan Snapdragon C.
Perangkat ini dibekali RAM 8 GB, SSD 512 GB, serta dua port USB-C yang berfungsi penuh.
Tantangan terbesar adalah realisasi harga jual.
Di tengah kenaikan biaya komponen dan krisis DRAM, banyak pihak meragukan apakah harga 300 dolar AS dapat dipertahankan, terutama untuk varian dengan RAM lebih tinggi.
>>> Terpopuler: 5 HP Baru Baterai Badak 2026, iBox Bawa MacBook Neo ke Indonesia
Jika Qualcomm dan produsen laptop berhasil menekan biaya produksi, Snapdragon C berpotensi menjadi standar baru laptop murah berkualitas tinggi di pasar global.