Kebakaran hutan melanda kawasan Hutan Fontainebleau yang bersejarah di selatan Paris pada Senin (13/7).
Peristiwa ini memicu evakuasi sejumlah permukiman dan mengganggu lalu lintas kereta serta jalan tol.
>>> Kejaksaan Agung Respons Permintaan DPR soal Penggantian Penyidik Jampidsus
Kebakaran ini tidak biasa karena jaraknya yang dekat dengan ibu kota Prancis, sekitar 70 kilometer.
Kawasan tersebut merupakan lokasi Istana Fontainebleau yang disukai Napoleon dan populer di kalangan wisatawan.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan semua cara yang diperlukan dikerahkan untuk memadamkan api yang disebutnya berskala luar biasa.
Dua pesawat pemadam air dikerahkan bersama ratusan petugas pemadam kebakaran.
Kepala dinas pemadam kebakaran setempat, Paul Laurain, mengatakan kepada France-Info bahwa angin yang berubah arah mempersulit upaya pemadaman.
Api awal belum terkendali dan terus menyebar dengan kecepatan sedang.
Kepala administrasi regional Pierre Ory mengatakan penyelidikan sedang berlangsung dan kemungkinan pembakaran sengaja sedang dipertimbangkan. Ory juga melaporkan munculnya titik api baru di bagian lain hutan.
Gangguan lalu lintas kereta dari Stasiun Gare de Lyon yang sibuk terjadi pada Minggu malam, namun mulai normal kembali Senin pagi.
Sementara itu, ruas jalan tol A6 yang menuju tenggara Paris ditutup karena risiko kebakaran.
Kebakaran besar di selatan Prancis sebelumnya telah menghanguskan ribuan hektare lahan sejak pekan lalu, mengganggu balap sepeda Tour de France dan menguras sumber daya pemadam kebakaran.
>>> Gapki: Pengusaha Sawit Masih Sanggup Pikul Beban PE CPO Era B50
Prancis saat ini mengalami puncak gelombang panas ketiga musim panas ini, dengan suhu melampaui 40 derajat Celsius di wilayah barat dan tengah, serta sekitar 37 derajat Celsius di Paris.
