Sebuah drone Rusia yang merupakan bagian dari serangan malam terhadap Ukraina jatuh di sebuah gedung apartemen di Rumania timur, melukai dua orang, kata otoritas Rumania pada Jumat.
Menanggapi insiden tersebut, anggota NATO Rumania meminta aliansi untuk mempercepat transfer kemampuan anti-drone, demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri.
>>> Pemerintah Mulai Salurkan Bansos PKH dan BPNT Mei 2026
Mereka menyebut penerbangan drone itu sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Drone tersebut dilacak radar di wilayah udara Rumania dan jatuh di atap sebuah gedung di Galati, kata Kementerian Pertahanan Rumania dalam sebuah pernyataan.
Benturan tersebut diikuti oleh kebakaran.
Dua orang menderita luka ringan, dan beberapa orang dievakuasi. Polisi dan lembaga lainnya merespons di tempat kejadian.
Galati terletak di Sungai Danube, di timur perbatasan Moldova dan Ukraina.
Militer Rumania mengerahkan dua jet tempur F-16 dan sebuah helikopter yang diizinkan untuk menyerang target, dan pesan peringatan dikirim ke warga di daerah yang terkena dampak.
>>> Rancangan UU Pertahanan AS 2027 Dukung Pertahankan Jumlah Pasukan di Korsel
Rusia telah menggunakan rudal balistik jarak jauh dan drone untuk merusak jaringan listrik Ukraina dan menghantam kota-kota, dan Ukraina bersiap untuk bombardir lebih lanjut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada Kamis bahwa ia mendesak Amerika Serikat untuk menyediakan lebih banyak rudal pertahanan udara Patriot yang dapat melawan serangan Rusia.
Ia memperingatkan bahwa pengiriman ke Ukraina sangat kurang karena perang Iran mengalihkan dan menghabiskan stok AS.
"Saya percaya (AS) harus bertindak lebih cepat. Kami sangat gigih," kata Zelenskyy kepada wartawan selama kunjungan ke Swedia.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres memperingatkan Dewan Keamanan PBB bahwa eskalasi dan intensifikasi serangan berisiko di luar kendali, dengan "konsekuensi yang tidak diketahui dan tidak diinginkan."
Ia mengatakan bahwa lebih banyak warga sipil telah tewas dalam empat bulan pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama dalam tiga tahun terakhir.
>>> Karyawan Google Didakwa Insider Trading di Polymarket, Raup Rp19 Miliar
Guterres menyerukan lebih banyak diplomasi, de-eskalasi segera, dan "gencatan senjata penuh dan tanpa syarat."