Bank Indonesia (BI) memberikan insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai atau hedging swap sebesar 10% bagi investor asing.
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik masuknya investor asing serta mengkompensasi kewajiban yang selama ini ditanggung investor.
>>> Mundur dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Klaim Ditawari Jabatan Baru
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan insentif tersebut diberikan dalam rangka mengoptimalkan seluruh instrumen moneter yang dimiliki bank sentral.
Perry juga mengumumkan perluasan instrumen operasi moneter valuta asing dengan instrumen spot dan swap dalam valuta offshore Chinese Renminbi (CNH) terhadap rupiah.
>>> Polisi Tangkap 4 Tersangka Pembunuhan Prajurit TNI AD di Kelapa Dua
Hal ini disampaikan dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur BI Periode Juli 2026, Rabu (22/7/2026).
Perluasan instrumen operasi moneter itu sejalan dengan meluasnya penggunaan mata uang lokal atau local currency transaction (LCT) untuk penyelesaian transaksi perdagangan dan investasi.
>>> Letda Rizky Fadly, Anak Kuli Bangunan yang Dilantik Jadi Perwira TNI
BI telah mengimplementasikan kerja sama LCT dengan enam negara mitra, yaitu Malaysia, Thailand, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

