Fenomena astronomi Blue Moon akan menghiasi langit pada 31 Mei 2026. Meskipun namanya mengandung kata "blue" atau biru, bulan purnama ini tidak akan berubah warna menjadi biru.
Blue Moon adalah istilah untuk bulan purnama "tambahan" yang muncul dalam kondisi tertentu. Ada dua definisi yang dikenal luas: seasonal Blue Moon dan monthly Blue Moon.
>>> HP Terbaru Juni 2026: Motorola Edge 70 Pro+ dan Redmi Turbo 5 Siap Meluncur, Ini Bocoran Speknya
Apa Itu Blue Moon?
Menurut NASA, Blue Moon bukanlah bulan yang berwarna biru. Secara visual, tampilannya sama seperti bulan purnama biasa.
Definisi pertama adalah seasonal Blue Moon, yaitu bulan purnama ketiga dalam satu musim astronomi yang memiliki empat kali bulan purnama.
Definisi kedua yang lebih populer adalah monthly Blue Moon, yakni bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender yang sama.
Fenomena ini menarik perhatian karena tidak terjadi setiap bulan. Blue Moon hanya muncul dalam kondisi tertentu sehingga sering dianggap langka.
Blue Moon bisa disaksikan tanpa teleskop atau peralatan khusus selama cuaca mendukung.
>>> Vivo S60 Resmi Meluncur dengan Snapdragon 8s Gen 3 dan Baterai 7.200 mAh
Blue Moon 31 Mei 2026
Blue Moon berikutnya akan terjadi pada 31 Mei 2026 dan termasuk kategori monthly Blue Moon. Peristiwa ini terjadi karena bulan purnama pertama sudah muncul pada awal Mei 2026.
Dengan jarak rata-rata sekitar 29,5 hari antarbulan purnama, satu bulan kalender kembali memiliki purnama kedua di penghujung bulan.
Time and Date mencatat puncak fase purnama Blue Moon terjadi pada 31 Mei 2026 pukul 08.45 UTC.
Lantaran perbedaan zona waktu, tanggal pengamatan dapat sedikit berbeda di beberapa wilayah.
Di Indonesia, bulan purnama diperkirakan mulai terlihat setelah matahari terbenam sekitar pukul 17.30 hingga 18.00 waktu setempat.
>>> Game James Bond '007 First Light' Laris Jadi Penjualan IO Tercepat, Laku 1,5 Juta Kopi
Bulan akan tampak terang sepanjang malam jika cuaca cerah.