Sebuah laporan mengejutkan datang dari komunitas pengguna smartphone global. Seorang pemilik Samsung Galaxy S25 FE mengklaim ponselnya meledak saat dicharge semalaman.
Insiden ini menyebabkan kerusakan properti dan luka ringan pada pengguna. Keluarga korban, termasuk anak berusia 8 tahun yang tidur tak jauh dari lokasi, mengalami trauma psikologis.
>>> Panggilan Masha untuk Beruang di Masha and the Bear, Bukan Nama Asli
Kronologi Ledakan
Menurut unggahan di Reddit yang disertai foto-foto, pemilik terbangun oleh suara ledakan keras sekitar pukul 03.00 dini hari.
Awalnya ia mengira suara kembang api, namun ternyata berasal dari ponselnya yang sedang dicharge.
Ponsel tersebut menggunakan charger pihak ketiga 20W dengan protokol USB-PD. Kabel USB-C yang digunakan adalah orisinal Samsung, dan ponsel berada dalam casing dompet kulit di atas kasur.
Akibat ledakan, baterai mengalami thermal runaway. Suhu internal melonjak hingga ratusan derajat Celsius dalam hitungan detik.
Bagian belakang ponsel hancur total, asap tebal menyebar, dan pemilik mengalami luka bakar ringan di leher serta rambut terbakar.
>>> Acer HD1500: Proyektor Smart 1080p dengan Netflix dan YouTube, Harga Rp2,4 Juta
Petugas pemadam kebakaran dipanggil untuk memastikan tidak ada risiko kebakaran lanjutan. Hingga kini, Samsung belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden ini.
Faktor Risiko yang Diperdebatkan
Netizen memperdebatkan penyebab potensial ledakan.
Penggunaan charger pihak ketiga menjadi sorotan, meski mendukung standar USB-PD, tidak semua charger memiliki proteksi arus dan tegangan memadai.
Kombinasi casing dompet kulit dan posisi di atas kasur juga dikritik. Lingkungan tertutup dengan sirkulasi udara buruk membuat panas sulit dilepaskan.
Insiden ini merupakan yang ketiga sepanjang 2026 yang melibatkan produk flagship Samsung dengan dugaan kegagalan baterai ekstrem.
>>> Lenovo Lecoo Air 14 Meluncur, Laptop Pertama Intel Project Firefly
Hal ini memicu pertanyaan tentang keandalan sistem keamanan termal pada perangkat modern.