Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan menahan suku bunga pada pertemuan pekan depan, setelah menaikkan biaya pinjaman pada Juni lalu.
Meski demikian, para pejabat ECB tetap membuka kemungkinan kenaikan suku bunga pada September mendatang.
Kenaikan suku bunga pada Juni merupakan respons terhadap lonjakan harga energi.
Saat itu, ECB optimistis negosiasi perdamaian antara Washington dan Teheran dapat membatasi dampak konflik terhadap harga konsumen di kawasan euro.
Namun, pertempuran yang kembali pecah dan ketidakpastian lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz membuat situasi kembali tidak menentu.
Gubernur Bank Sentral Yunani, Yannis Stournaras, menyebutkan bahwa perkembangan tersebut membawa ECB kembali ke titik awal.
Data ekonomi yang dirilis sejak pertemuan Juni kemungkinan belum cukup mendorong para pejabat ECB untuk segera mengambil tindakan pada Kamis mendatang.