Israel bersiap menerima tambahan pesawat pengisi bahan bakar dari Amerika Serikat, kata seorang pejabat militer Israel pada Minggu.
Langkah ini diambil saat serangan AS dan Iran meningkat dalam sepekan terakhir.
>>> DKI Bakal Patroli Cari Penyebab Kenaikan Harga Sayur
Gencatan senjata sementara yang ditandatangani sebulan lalu telah runtuh. Hal ini meningkatkan kemungkinan kembalinya perang skala penuh.
Israel sendiri belum bergabung dalam serangan AS terbaru.
Pejabat Israel mengatakan AS telah memutuskan untuk menyesuaikan postur pasukannya di kawasan dan memperkuat armada pesawat pengisi bahan bakar yang sudah ada di Israel.
Seorang pejabat senior lainnya menyebut puluhan pesawat pengisi bahan bakar AS diperkirakan akan tiba.
Kedutaan Besar AS di Yerusalem belum memberikan komentar. Sejak konflik dimulai pada 28 Februari, AS telah menempatkan puluhan pesawat pengisi bahan bakar di Israel.
>>> Perputaran Uang Final Piala Dunia Argentina vs Spanyol
Menurut laporan Axios pada Jumat, pemerintahan Trump memberi tahu Israel bahwa mereka akan mengirim puluhan pesawat pengisi bahan bakar tambahan.
Hal ini dilakukan menjelang potensi perluasan operasi militer melawan Iran.
Pejabat militer Israel mencatat bahwa untuk meminimalkan gangguan lalu lintas udara sipil, AS memilih menempatkan beberapa pesawat di pangkalan Angkatan Udara Israel dan bandara komersial.
Pada Mei, Direktur Otoritas Bandara Sharon Kedmi mengatakan 70 persen aktivitas di Bandara Ben Gurion terbatas karena aktivitas militer AS.
Sejak itu, AS setuju memindahkan beberapa pesawat ke pangkalan Angkatan Udara Israel.
>>> KLH: Kabupaten Tangerang Wilayah Pembakaran Limbah Terbanyak se-Banten
Per 25 Juni, terdapat total 98 pesawat militer AS di Israel, kata juru bicara Menteri Perhubungan Miri Regev.
