unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Review 'Kung Fu Soccer': Spin-off Gender-Swapped Shaolin Soccer yang Hambar

Review 'Kung Fu Soccer': Spin-off Gender-Swapped Shaolin Soccer yang Hambar

Review 'Kung Fu Soccer': Spin-off Gender-Swapped Shaolin Soccer yang Hambar
Ilustrasi: Review 'Kung Fu Soccer': Spin-off Gender-Swapped Shaolin Soccer yang Hambar
A A Ukuran Teks16px

Stephen Chow Sing-chi kembali dengan film terbarunya, 'Kung Fu Soccer', setelah tujuh tahun vakum sebagai sutradara.

Film ini merupakan reimajinasi gender-swapped dari hit klasiknya, 'Shaolin Soccer' (2001), yang ditujukan untuk pasar box office China daratan.

>>> Obsession Raup Rp7,1 T, Masuk Jalur Film Tercuan Sepanjang Sejarah

Namun, berbeda dengan karya sebelumnya, 'Kung Fu Soccer' dinilai jauh lebih rendah dalam kualitas dan kreativitas.

Film ini terasa seperti dibuat sebagian dengan AI, dengan lelucon konyol yang merupakan pengulangan dari momen sukses sebelumnya.

Pemandangan stadionnya pun terlihat seperti dari video game 20 tahun lalu.

Plot dan Karakter

Diproduksi dan disutradarai oleh Chow dari skenario yang ditulis bersama pesulap dan YouTuber Hunny Ho Wing-suen, film ini meninggalkan narasi underdog khas Chow.

Cerita langsung melempar penonton ke turnamen sepak bola wanita internasional, di mana tim Emei masuk sebagai kuda hitam.

Konflik utama berpusat pada kapten Emei yang berusia hampir 40 tahun, Shuang (Zhang Xiaofei), yang harus belajar mengesampingkan sikap dominannya untuk berdamai dengan rekannya, Jade (Dilraba Dilmurat).

Mereka mendapat dorongan dari mentor licik mereka, Xu Feng (Lay Zhang Yixing).

Meskipun sebagian besar pemainnya perempuan, kesan film sebagai kisah pemberdayaan hanya kebetulan belaka.

>>> Christopher Nolan Kelakar Robert Pattinson Aktor Tersibuk Saat Ini

Masalah hubungan mendorong beberapa alur cerita: Shuang membenci Jade karena sebelumnya meninggalkan tim untuk menikah, sementara seorang pemain depresi (Angel Woo Yu-on) mengandalkan kesedihan atas putus cinta untuk mengeluarkan jurus pamungkasnya.

Di antara pemeran pendukung, Sisley Choi Sea-pui menonjol sebagai fisioterapis buta yang memberikan komedi fisik terbaik.

Louis Cheung Kai-chung biasa saja sebagai wasit yang bias, sementara Carina Lau Ka-ling sebagai grandmaster Emei seperti berada di film yang berbeda.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot