Kandidat kontroversial Abelardo de la Espriella memimpin putaran pertama pemilihan presiden Kolombia, Minggu (31/5) malam.
Ia unggul tipis atas Ivan Cepeda, sekutu Presiden Gustavo Petro yang mempertanyakan hasil pemilu.
>>> Malaysia Mulai Berlakukan Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Dengan 99,98% suara dihitung, de la Espriella meraih 44% suara, sementara Cepeda mendapat 41%.
Karena tak ada kandidat yang meraih mayoritas mutlak, pemilu akan berlanjut ke putaran kedua pada Juni.
Keraguan Hasil Pemilu
Cepeda dan Petro menyebarkan keraguan terhadap hasil putaran pertama tanpa bukti.
Mereka mengklaim ratusan ribu suara dimanipulasi dan aktor asing ikut campur.
Cepeda mengatakan ia menunggu otoritas pemilu meneliti hasil sebelum menerimanya.
“Hanya ketika komisi penghitungan suara telah sepenuhnya mengklarifikasi apa yang terjadi, kami akan berkomentar,” ujar Cepeda.
Meski demikian, ia mengakui kemungkinan pemilu berlanjut ke putaran kedua.
Dua Visi Berbeda
Pemilu ini mempertemukan dua visi yang bertolak belakang bagi masa depan Kolombia.
Cepeda, senator progresif, berjanji melanjutkan rencana “perdamaian total” dengan bernegosiasi dengan gerilyawan dan geng kriminal.
De la Espriella, pendatang baru yang dijuluki “El Tigre”, berjanji memberantas kelompok bersenjata dengan keras.
Ia juga menonjolkan dukungannya terhadap Presiden AS Donald Trump.
“Biarkan Amerika Serikat dan partai-partai demokratis memantau pemilu putaran kedua ini.
>>> Pria Palestina Tewas Ditembak Israel di Tembok Pemisah Tepi Barat
Saya akan memimpin pertempuran ini; saya akan menjadi pejuang terbaik Kolombia,” kata de la Espriella dalam pidato di belakang kaca antipeluru.
De la Espriella diperkirakan akan mendapat dukungan dari pemilih konservatif yang mendukung kandidat lain di putaran pertama.