unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Zine Kembali Naik Daun di Jepang, AI Tak Bisa Tiru Sentuhan Manusia

Zine Kembali Naik Daun di Jepang, AI Tak Bisa Tiru Sentuhan Manusia

Zine Kembali Naik Daun di Jepang, AI Tak Bisa Tiru Sentuhan Manusia
Pameran zine di Jepang dipadati pengunjung muda
A A Ukuran Teks16px

Kazuma Obara dan Akihico Mori asyik memerhatikan lembaran kertas yang baru dicetak menjadi sebuah zine di pabrik percetakan Kyoto, Jepang.

Suara kertas berderak dan sabuk konveyor berputar mengiringi proses produksi.

>>> Daftar HP Samsung yang Tak Dapat One UI 8.5, Galaxy S22 Masuk?

IN2

Keduanya adalah kreator yang tengah mewujudkan esai foto mereka dalam bentuk cetakan besar. Ini adalah upaya mereka meraih audiens baru di era digital yang dipenuhi kecerdasan buatan (AI).

Meski industri penerbitan menurun, penerbitan independen dan zine buatan tangan justru semakin populer di Jepang. Tren ini menunjukkan kecintaan masyarakat Negeri Sakura terhadap kertas di tengah gempuran digital.

Sentuhan Manusia yang Tak Tergantikan

Mori, penulis berusia 44 tahun, mengatakan orang bisa merasakan gairah pencipta saat memegang karya cetak.

in2

"Saya pikir itulah yang membuatnya begitu menarik, dan AI sama sekali tidak dapat menirunya," ujarnya.

Obara, dengan tangan hitam karena tinta, menambahkan bahwa kertas adalah media yang melibatkan kelima indra, tidak seperti media sosial.

Ia dan Mori termasuk seniman muda yang menggunakan mesin cetak surat kabar Kyoto Shimbun yang mulai ditinggalkan pelanggan.

Saat mesin mencetak karya di atas kertas koran, lima teknisi berseragam memeriksa kualitas halaman. "Menurut saya, media cetak sangat terbuka.

Anda bisa memberikannya kepada seseorang, Anda bisa membacanya bersama," kata Obara yang berprofesi sebagai fotografer.

Yoshihiko Okazaki dari Kyoto Shimbun Printing mengatakan layanan perusahaan telah digunakan seniman dari remaja hingga usia 70-an. "Mengejutkan, karya zine ini beresonansi dengan kaum muda...

Saya bahkan mendengar komentar seperti, 'Ini menarik, justru karena ini karya lama'," katanya.

Dari Toko Buku hingga Pameran Zine

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru