Seorang turis asing dengan penuh antusias memegang gurita hidup dengan tangan kosong saat berkunjung ke Pasar Ikan Noryangjin pada bulan Mei lalu.
Pemandangan itu menjadi salah satu bukti bahwa daya tarik utama wisata kuliner Korea bukan lagi sekadar restoran berbintang.
>>> Mengapa Pria Korea Berharap G-Dragon Membuat Payung Anti-UV Menjadi Keren
Sepuluh tahun lalu, seorang pelancong asing mengajukan permintaan tak biasa saat merencanakan perjalanan ke Korea. Uang bukan masalah.
Ia tidak bertanya soal biaya, melainkan ingin tahu pengalaman perjalanan terbaik yang bisa ditawarkan Korea.
Kini, pertanyaan itu kembali relevan seiring meningkatnya jumlah wisatawan kaya dari luar negeri.
Tur kuliner dan kelas memasak yang diselenggarakan O'ngo Food Communications kini menarik pengunjung dari berbagai negara, beberapa di antaranya datang dengan jet pribadi.
Mereka tidak sekadar mengisi jadwal dengan atraksi populer, tetapi ingin merasakan budaya dan gaya hidup Korea dengan cara mereka sendiri.
Mereka mengutamakan pengalaman khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
Pasar Ikan Lebih Menarik daripada Restoran Mewah
Pada Mei lalu, O'ngo Food Communications bekerja sama dengan jaringan wisata mewah global untuk menyelenggarakan program kuliner khusus bagi para profesional industri pariwisata dari seluruh dunia.
Para peserta menikmati minuman keras tradisional Korea yang dipadukan dengan hidangan kontemporer, lalu mengunjungi Pasar Ikan Noryangjin untuk menjelajahi budaya makanan laut dan kuliner Korea.
Di luar dugaan, tempat yang paling menarik perhatian bukanlah restoran mewah, melainkan pasar ikan.
Para peserta senang melihat langsung makanan laut hidup dan berbincang dengan pedagang.
Mereka mengatakan pengalaman itu memberi gambaran tentang bagaimana orang Korea hidup dan pemahaman lebih dalam tentang budaya negeri ini.
