Konser comeback BTS di Gwanghwamun Square, Seoul, pada 21 Maret 2026 tidak hanya menjadi tontonan global, tetapi juga memicu kehebohan di media sosial Jepang.
Acara bertajuk "BTS THE COMBACK LIVE | ARIRANG" ini disiarkan langsung oleh Netflix ke lebih dari 190 negara.
>>> IU Tampil Memukau di Iklan Soju Usai Konfirmasi Putus dengan Lee Jong-suk
Sekitar 18,4 juta pelanggan Netflix di seluruh dunia menonton siaran langsung tersebut.
Namun, yang paling mengejutkan pengguna media sosial Jepang adalah penggunaan ruang publik dan sumber daya pemerintah untuk konser swasta ini.
Perdebatan Penggunaan Ruang Publik
Otoritas Korea membatasi jalan di sekitar Gwanghwamun selama 33 jam, menyebabkan ketidaknyamanan bagi warga dan pekerja di area tersebut.
Pengguna media sosial Jepang mempertanyakan mengapa sumber daya publik digunakan untuk acara yang diselenggarakan oleh HYBE dan Netflix.
Seorang pengguna dengan handle @dokka61**** menulis, "Pulang lebih awal sungguh mengejutkan karena ini bukan proyek publik."
Pengguna lain, @yunyu****, bertanya, "Apakah pembayar pajak menanggung biaya sumber daya publik yang digunakan?"
Perbandingan dengan Jepang
Lee Chang-min, profesor di Hankuk University of Foreign Studies, mengatakan bahwa tempat yang setara dengan Gwanghwamun di Jepang adalah Kasumigaseki atau plaza di luar Istana Kekaisaran.
"Mengadakan konser komersial di salah satu tempat itu hampir mustahil di Jepang," ujarnya.
Hosaka Yuji, profesor di Korea University, menambahkan bahwa masyarakat Jepang sangat sensitif terhadap aturan ruang publik dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Beberapa pengguna Jepang juga membandingkan kekuatan industri hiburan kedua negara.
Seorang pengguna dengan handle @megQ**** berkata, "Saya berharap Jepang juga melakukan hal seperti ini. Tapi apakah Jepang memiliki penyanyi yang bisa mengumpulkan 100.000 orang dari seluruh dunia?"
